Tuesday, October 13, 2026

Akses Jalan Sei Serayu Ditutup Total, Warga Keluhkan Kemacetan

Baca Juga

Wartalive.co.id – Arus lalu lintas di kawasan Jalan Sei Serayu kembali mengalami kendala pada Minggu (10/5) malam. Penutupan akses jalan secara total di jalur tersebut memicu gelombang protes dari warga sekitar dan pengguna jalan yang merasa aktivitas mereka terhambat akibat pengalihan arus ke gang-gang kecil yang sempit.

Kondisi ini dikeluhkan karena penutupan jalan di area tersebut dianggap terlalu sering terjadi dengan berbagai alasan, mulai dari acara komersial hingga acara pribadi. Masyarakat menyayangkan tidak adanya kebijakan untuk menyisakan sebagian badan jalan bagi kendaraan yang ingin melintas, mengingat status Jalan Sei Serayu sebagai salah satu akses publik yang cukup vital.

- Advertisement -

Haryanto, salah seorang warga yang tinggal di sekitar lokasi, mengungkapkan kekesalannya terhadap fenomena penutupan jalan yang seolah menjadi rutinitas bulanan. Ia menilai pihak penyelenggara acara seringkali tidak memikirkan kepentingan publik yang lebih luas saat memblokade jalan secara penuh.

Baca Juga : Lapangan Merdeka Dipadati Pengunjung, Lalu Lintas Macet Total

“Sudah sering sekali jalan di Sei Serayu ini ditutup sama orang. Bulan lalu acara cafe, bulan lalunya lagi orang pesta nikah, hari ini kemalangan. Kan bisa setengah jalan saja yang ditutup, jangan full semua ditutup begitu. Orang lain disuruh masuk jalan kecil untuk mutar. Padahal jalan Sei Serayu ini luas, kan tidak etis begitu,” ujar Haryanto.

Dampak dari penutupan ini tidak hanya dirasakan oleh warga setempat, tetapi juga sangat memukul para pekerja sektor transportasi daring. Para pengemudi ojek online (ojol) mengaku terjebak dalam situasi sulit karena sistem aplikasi tetap menghitung jarak tempuh berdasarkan jalur utama yang lurus, tanpa memperhitungkan rute memutar.

Dimas, salah satu driver ojol yang sedang melintas, menyebutkan bahwa penutupan jalan ini memberikan beban finansial tambahan bagi para pengemudi. Selain kerugian waktu, konsumsi bahan bakar juga membengkak akibat rute pengalihan yang jauh dari koordinat asal.

“Penutupan jalan ini sangat merugikan lah. Karena driver online harus mutar, sedangkan argo di maps itu jalan lurus. Rugi di jarak dan bensin lah kami driver ojol ini. Masuk jalan kecil disekitar ini juga macet, karena banyak mobil-mobil yang masuk untuk menghindari penutupan jalan itu,” ungkap Dimas.

Lihat Juga : Mengupas Dinamika Golkar Sumut, Dr Suheri Harahap Luncurkan Kajian Akademik Politik Lokal

Pantauan di lapangan menunjukkan terjadinya penumpukan kendaraan jalan kecil di sekitar Jalan Sei Serayu. Kemacetan tidak terhindarkan karena volume kendaraan roda empat yang masuk ke jalan pemukiman tidak sebanding dengan lebar jalan, sehingga menciptakan titik jenuh lalu lintas yang mengganggu kenyamanan warga di dalam gang tersebut.

Warga meminta agar ke depannya penutupan jalan protokol atau jalan luas seperti Sei Serayu tetap mengedepankan asas keadilan dengan menyisakan ruang bagi pengguna jalan lainnya.(febrian)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya