Monday, October 12, 2026

Lapangan Merdeka Dipadati Pengunjung, Lalu Lintas Macet Total

Baca Juga

Wartalive.co.id – Suasana malam minggu di kawasan Lapangan Merdeka pada Sabtu (9/5) malam berubah menjadi lautan kendaraan. Kemacetan total tidak terelakkan seiring dengan melonjaknya volume kendaraan warga yang ingin menghabiskan waktu luang di pusat kota. Ribuan warga tampak memadati setiap sudut area publik kebanggaan warga Medan tersebut sejak matahari terbenam.

Kondisi lalu lintas terpantau lumpuh di beberapa titik akses di sekitar lapangan. Antrean panjang kendaraan roda dua maupun roda empat mengular hingga ke ruas jalan protokol di sekitarnya. Hal ini diperparah dengan banyaknya kendaraan yang terparkir sembarangan di bahu jalan, sehingga mempersempit ruang gerak pengguna jalan yang sedang melintas.

- Advertisement -

Penyebab utama dari carut-marutnya lalu lintas ini adalah keterbatasan kantong parkir yang tidak mampu menampung antusiasme pengunjung. Banyak pengendara akhirnya memilih memarkirkan kendaraan mereka secara paralel di pinggir jalan, yang secara otomatis memakan badan jalan dan menciptakan hambatan besar bagi arus lalu lintas.

Baca Juga : Mengupas Dinamika Golkar Sumut, Dr Suheri Harahap Luncurkan Kajian Akademik Politik Lokal

Cindy, salah seorang pengunjung yang terjebak dalam keriuhan tersebut, memaklumi kondisi yang terjadi. Menurutnya, keramaian ini sudah menjadi siklus rutin setiap akhir pekan karena banyaknya aktivitas yang bisa dilakukan masyarakat di sana.

“Kalau malam minggu memang seperti ini ramainya Lapangan Merdeka. Karena kebanyakan orang jalan-jalan ke sini, ada yang cari makanan, ada yang ngopi, ada yang jogging. Jadi parkirannya numpuk semua di satu tempat,” ujar Cindy.

Di sisi lain, keramaian ini menjadi ladang rezeki bagi para pedagang kaki lima dan pedagang kopi keliling (starling). Meski situasi jalanan sangat padat, para pedagang tetap gigih menjajakan dagangannya di sela-sela kendaraan yang terhenti dan trotoar yang penuh sesak oleh pejalan kaki.

Brema, seorang pedagang kopi keliling yang kerap mangkal di kawasan tersebut, mengaku bahwa malam minggu adalah waktu yang paling dinanti untuk meraup keuntungan. Meski sadar akan dampak kepadatan yang terjadi, ia merasa hal tersebut adalah bagian dari dinamika keramaian kota.

Lihat Juga : Pemkab Asahan Terima Kunjungan Silaturahmi Keluarga Besar IKDH Deli Tua

“Malam minggu kami sering mangkal di sini. Karena ramai, banyak orang yang ke sini untuk jajan. Pedagang keliling tidak ada lapak di sini, saya nyempil ajalah di mana saja. Macet-macet sedikit tidak apa-apalah, namanya malam minggu,” ujar Brema.

Pihak berwenang diharapkan dapat memberikan atensi lebih terkait penataan parkir dan pengawasan lalu lintas agar fungsi jalan tetap terjaga meskipun minat masyarakat sedang tinggi-tingginya disana.(febrian)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya