Wartalive.co.id – Kondisi infrastruktur di Jalan Pasar Baru, Kecamatan Medan Baru, terpantau memprihatinkan pada Rabu (4/3). Jalan yang menjadi urat nadi aktivitas warga dan mahasiswa ini dipenuhi lubang dengan berbagai ukuran yang tersebar merata di hampir seluruh badan jalan. Kerusakan ini dilaporkan telah berlangsung cukup lama namun belum mendapatkan perbaikan permanen dari pihak terkait.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa titik kerusakan tidak hanya berada di tepian jalan, tetapi juga mendominasi area tengah yang sering dilalui kendaraan bermotor. Kondisi ini memaksa para pengendara untuk ekstra waspada dan sering kali harus memperlambat laju kendaraan secara mendadak. Hal ini tentu meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat jam sibuk di pagi dan sore hari.
Jalan Pasar Baru merupakan akses vital bagi ribuan mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) untuk pergi dan pulang dari kampus. Sebagai jalur alternatif yang menghubungkan beberapa titik strategis, jalan ini selalu ramai dipadati kendaraan roda dua maupun roda empat. Kerusakan jalan ini secara otomatis menghambat mobilitas akademik dan ekonomi di kawasan pendidikan tersebut.
Baca Juga : TNI Bersihkan SDN 158506 Tukka, Aktivitas Belajar Kembali Dimulai
Ukuran lubang yang cukup besar dan dalam membuat air hujan mudah tergenang dan sulit mengalir ke saluran drainase. Saat intensitas hujan tinggi, lubang-lubang tersebut tertutup air sehingga tidak terlihat oleh pengendara, yang sering kali menyebabkan ban kendaraan terperosok. Genangan air ini juga menciptakan kesan kumuh dan kotor di sepanjang jalur tersebut.
Sazwan, salah seorang mahasiswa USU yang rutin melintasi jalur tersebut, mengungkapkan keluhannya terhadap kondisi jalan yang kian memburuk. Menurutnya, jalan tersebut adalah pilihan utama bagi mahasiswa agar bisa sampai ke kampus lebih cepat. Namun, kenyamanan berkendara kini hilang akibat banyaknya jebakan lubang di sepanjang aspal. “Lubang-lubang ini cukup mengganggu lah kalau kami pergi dan pulang kampus. Karena kami banyak yang ngekost di Sembada dan pasar III. Jadi akses jalan kami lewat Pasar Baru ini karena tidak macet,” ujar Sazwan saat ditemui di lokasi, Rabu (4/3). Ia menyayangkan kondisi jalan yang tidak sebanding dengan tingginya volume kendaraan yang melintas setiap harinya.
Lebih lanjut, Sazwan menjelaskan bahwa tantangan terbesar adalah saat cuaca buruk melanda kota Medan. “Hanya saja jalannya jelek dan berlubang parah begini lah, sampai air hujan bisa tergenang,” tambahnya. Kondisi ini membuat para mahasiswa harus lebih berhati-hati agar tidak terjatuh atau merusak komponen kendaraan mereka akibat hantaman lubang yang cukup dalam.
Baca Juga : Tambang Emas Ilegal Ekspansi dari Madina ke Tapsel
Masyarakat dan kalangan mahasiswa berharap Pemerintah Kota Medan segera mengambil tindakan nyata untuk mengaspal ulang atau setidaknya menambal lubang-lubang tersebut. Perbaikan infrastruktur di kawasan ini dinilai sangat mendesak demi menjamin keselamatan pengguna jalan serta kelancaran akses menuju salah satu perguruan tinggi terbesar di Sumatera Utara tersebut.(Febrian)

