Wartalive.co.id — Suara azan kembali menggema di Desa Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, pada Senin (2/2). Lantunan panggilan salat ini menjadi momen emosional bagi warga setempat, karena menandai dimulainya kembali aktivitas ibadah berjamaah di masjid desa setelah sempat terhenti total akibat terjangan banjir besar beberapa waktu lalu.
Sebelumnya, aktivitas keagamaan dan salat berjamaah di desa tersebut lumpuh total. Hal ini disebabkan oleh tumpukan lumpur tebal sisa banjir yang menutupi lantai rumah ibadah serta rusaknya akses sanitasi. Ketiadaan air bersih menjadi kendala utama bagi warga untuk bersuci dan menjalankan ibadah dengan layak.
Kini, secercah harapan mulai muncul seiring dengan dilaksanakannya pembersihan dan masuknya bantuan sarana pendukung. Dengan kembalinya azan pertama ini, masyarakat mulai berbondong-bondong meramaikan masjid untuk menunaikan kewajiban mereka, sekaligus mempererat kembali silaturahmi yang sempat terganggu akibat bencana alam tersebut.
Baca Juga : Aspal Jebol, Lalu Lintas di Ring Road Medan Tersendat
Pemulihan desa ini mendapat dukungan signifikan melalui pengadaan energi mandiri. Ipda Irvan menyampaikan apresiasi yang mendalam atas inisiatif berbagai pihak yang telah memasang tiga unit panel surya di titik-titik strategis desa. Bantuan teknologi ramah lingkungan ini menjadi solusi cepat di tengah keterbatasan infrastruktur listrik pasca bencana.
Panel surya tersebut dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan vital masyarakat, yakni di masjid sebagai pusat ibadah, aula pertemuan warga, serta kawasan pemukiman. Kehadiran sumber daya listrik ini sangat krusial agar warga dapat kembali beraktivitas dengan normal, terutama saat malam hari yang sebelumnya gelap gulita.
Ketersediaan penerangan ini dirasa sangat tepat waktu mengingat umat Muslim akan segera memasuki bulan suci Ramadhan. Dengan adanya listrik dari panel surya, aktivitas ibadah malam seperti salat Tarawih dan tadarus Al-Quran dipastikan dapat berjalan lancar meskipun proses pemulihan desa masih terus berlangsung.
Ipda Irvan menutup keterangannya dengan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh relawan dan donatur. Bantuan yang diberikan bukan sekadar materi, melainkan semangat bagi korban bencana di Aceh untuk bangkit kembali dan menata kehidupan yang lebih baik setelah masa sulit melanda mereka.(Febrian)
Sumber: medsos aceh

