Monday, October 12, 2026

Banjir Bantuan untuk Korban Bencana Tapsel, Gus Irawan Beberkan Strateginya

Baca Juga

Wartalive.co.id – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Gus Irawan Pasaribu, mengungkap kunci keberhasilan daerahnya dalam mengakses bantuan pemerintah pusat dan Provinsi pasca bencana banjir bandang akhir tahun lalu.

Bupati Gus Irawan mengungkapkan hal itu dalam merespons derasnya bantuan yang mengalir ke Tapsel, hingga membuat Presiden Prabowo Subianto, para menteri Kabinet Merah Putih, hingga berbagai lembaga dan organisasi bergantian datang memberikan dukungan langsung.

- Advertisement -

” Kekuatan utama terletak pada data yang valid dan terverifikasi, ” ujar Gus Irawan kepada wartawan, Rabu (1/4/2026).

Ia menyebutkan, perhatian pemerintah pusat sangat besar, termasuk dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu), yang dipimpin Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution.

Baca Juga : Jalan Desa Jambur Baru Diduga Dirusak, Inspektorat Madina Turun Tangan

Bahkan, Presiden Prabowo diketahui sempat berada di Batangtoru, Tapsel saat pergantian malam tahun baru.

“ Kehadiran negara dalam penanganan bencana di Tapsel luar biasa. Kami merasakan langsung dukungan tersebut, mulai dari Presiden, Wakil Presiden, hingga para menteri yang bahkan datang berulang kali, ” ujar Gus Irawan.

Gus Irawan menyampaikan, pernyataannya ini juga sekaligus menanggapi apresiasi yang sebelumnya disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait saat penyerahan 120 kunci hunian tetap di Desa Hapesong, pekan lalu.

Menurut Gus Irawan, salah satu kunci utama dalam menarik perhatian pusat adalah kesiapan data yang akurat.

Ia menegaskan, bantuan dari pusat tidak bisa diakses tanpa data yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.

“ Negara sebenarnya menyiapkan dana siap pakai. Tapi untuk mengaksesnya, tidak bisa sembarangan. Harus dengan data yang terverifikasi dan tervalidasi, ” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan, sejak awal bencana, komunikasi intens dilakukan dengan Mendagri melalui rapat virtual hingga koordinasi langsung setelah dibentuknya satuan tugas dan dalam setiap kesempatan, Mendagri selalu menekankan pentingnya data.

“ Pesannya selalu sama, data, data dan data. Itu yang menjadi pegangan kami, ” ungkapnya.

Selain pemerintah, dukungan juga datang dari berbagai organisasi non-pemerintah, termasuk Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia yang turut membantu pembangunan ratusan hunian tetap.

Gus Irawan menyebutkan, keterlibatan organisasi tersebut merupakan inisiatif yang difasilitasi Menteri PKP Maruarar Sirait.

“ Ada sekitar 227 rumah yang dibantu. Ini bentuk gotong royong luar biasa yang memotivasi kami untuk bekerja lebih maksimal, ” ujarnya.

Gus Irawan menegaskan, dirinya terus mendorong seluruh jajaran pemerintah daerah untuk memastikan pendataan dilakukan secara menyeluruh mulai dari tingkat Dusun, Desa, hingga Kecamatan sebelum direkap di tingkat Kabupaten.

Lihat Juga : Polda Sumut Gagalkan Penyelundupan 2 Kg Sabu di Bandara Kualanamu

Ia juga mengingatkan keras agar tidak ada penyimpangan dalam penyaluran bantuan.

“ Kalau ada yang coba bermain dengan bantuan, itu pidana. Saya sudah tegaskan sejak awal, ” katanya.

Terkait pembangunan Hunian Tetap (Huntap), Pemkab Tapsel menargetkan total 1.801 unit bagi warga terdampak.

Saat ini, progres pembangunan mencakup 200 unit insitu, 133 unit eksitu mandiri, serta 1.444 unit terpusat, dengan tambahan 24 unit dari data terbaru.

“ Semua bantuan harus tepat sasaran. Jika masih ada warga yang belum terdata, akan kita masukkan pada tahap berikutnya, ” tutup Gus Irawan.(Wan)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya