Wartalive.co.id– Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejumlah wilayah memicu terjadinya banjir di empat kabupaten/kota di Provinsi Sumatra Utara. Daerah yang terdampak yakni Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Deliserdang, serta Kota Tanjungbalai, (19/4/2026)
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut menyebutkan, peristiwa tersebut berdasarkan laporan sementara dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops). Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka akibat kejadian tersebut.
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, mengatakan pihaknya masih terus menghimpun data dari masing-masing daerah terdampak.
Baca Juga : Penyelidikan KIP Kuliah di Sumut Mulai Bergulir
“Data yang masuk masih bersifat sementara dan terus diperbarui sesuai perkembangan di lapangan,” ujarnya, yang dihimpun dari Sumut Pos.
Di Kabupaten Tapanuli Tengah, banjir terjadi setelah Sungai Lopian meluap akibat curah hujan tinggi yang berlangsung sejak Sabtu. Air yang meluap masuk ke kawasan permukiman warga dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Sementara di Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, kondisi serupa juga terjadi. Hujan deras menyebabkan peningkatan debit air hingga menggenangi sejumlah rumah warga. Petugas masih melakukan pendataan terkait jumlah kerugian maupun warga terdampak di wilayah tersebut.
Berbeda dengan dua daerah sebelumnya, banjir di Kabupaten Deliserdang berdampak cukup luas. Di Kecamatan Hamparan Perak, tercatat sebanyak 105 unit rumah terendam dengan jumlah warga terdampak mencapai sekitar 400 jiwa. Dari jumlah itu, 35 orang terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Sedangkan di Kota Tanjungbalai, banjir dipicu oleh pasang air laut yang menggenangi sejumlah kawasan permukiman, khususnya di daerah pesisir. Air yang naik secara perlahan menyebabkan genangan di beberapa titik strategis kota.
BPBD Sumut bersama pemerintah kabupaten/kota dan instansi terkait telah turun ke lapangan untuk melakukan penanganan. Upaya yang dilakukan meliputi pemantauan kondisi air, pendataan warga terdampak, hingga penyiapan bantuan logistik jika diperlukan.
Lihat Juga : Panen Raya di Desa Marisi: Tapsel Percepat Realisasi Program 1000 Kolam
Selain itu, koordinasi terus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah pesisir. Warga juga diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang jika terjadi peningkatan debit air atau kondisi darurat lainnya agar dapat segera ditangani.(Sry)

