Tuesday, October 13, 2026

Bank Sumut – Koperasi Bersinergi Bangkitkan Ekonomi Tapsel

Baca Juga

Wartalive.co.id – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu hadiri sekaligus menutup kegiatan Sosialisasi Sumut Link yang digelar di Aula Sarasi Lantai III Kompleks Perkantoran Bupati Tapsel, Sipirok, Rabu (4/3/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat perputaran ekonomi desa melalui sinergi pemerintah daerah, koperasi dan Perbankan.

- Advertisement -

Dalam acara tersebut hadir Wakil Bupati Jafar Syahbuddin Ritonga serta sekitar 110 peserta yang terdiri dari Ketua dan Bendahara Koperasi Merah Putih Desa/Kelurahan se-Kabupaten Tapsel.

Baca Juga : Aktivitas PETI Tapsel – Madina, Polisi Dalami Aliran Dana

Dalam arahannya, Bupati Gus Irawan Pasaribu menegaskan, Bank Sumut memiliki produk layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka keuangan inklusif (Laku Pandai) yang dikenal dengan Sumut Link, yakni layanan Perbankan melalui agen di Desa.

Menurutnya, program ini dinilai sejalan dengan misi Presiden Prabowo Subianto dalam Asta Cita keenam, yakni membangun dari Desa untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan.

“ Bank Sumut harus menjadi agent of development. Ekonomi harus berputar di desa, ” tegas Gus Irawan.

Baca Juga : Jelang Idulfitri 1447 H, Pemkab Asahan Gelar Pasar Reguler dan Khusus

Ia menjelaskan, potensi perputaran uang di desa sangat besar, terutama melalui program MBG yang tengah berjalan dengan target hampir 90 ribu sasaran. Dengan kebutuhan pokok seperti beras dan telur yang dikonsumsi setiap hari, perputaran uang dinilai bisa mencapai ratusan miliar rupiah.

Bupati mencontohkan konsep usaha seperti minimarket atau SPBU dengan margin kecil tetapi perputaran harian tinggi.

Menurutnya, pola tersebut dapat diterapkan koperasi desa melalui Sumut Link guna mengejar transaksi yang konsisten.

Gus Irawan berharap Koperasi Merah Putih dapat menjadi off taker yang menampung dan memfasilitasi kebutuhan program MBG sehingga benar-benar berperan sebagai motor penggerak ekonomi desa.

Baca Juga : Safari Ramadhan Khusus 1447 H, Bupati Asahan Resmikan Masjid Al-Ikhlas Kelurahan Mutiara

Selain itu, ia menyoroti persoalan bunga pinjaman yang dinilai masih memberatkan masyarakat kecil.

Ia menggambarkan praktik pinjaman kecil dengan beban bunga tinggi yang tidak sebanding dengan pinjaman besar yang justru berbunga rendah.

“ Ini yang ingin kita benahi melalui kerja sama yang lebih adil, ” ujarnya.

Bupati juga menilai skema sharing fee Bank Sumut sebesar 20:80 lebih berpihak dibandingkan bank lain yang umumnya 50:50.

Baca Juga : Satres Narkoba Polres Asahan Tangkap 3 Orang Kurir, 10 Kg Sabu dan 891 Vape Liquid Disita

Ia pun mengajak seluruh pengurus koperasi untuk mengambil peran dalam pemulihan pertumbuhan ekonomi Tapsel.

Dari sisi makro ekonomi, Bupati memaparkan, sebelum bencana besar pada 25 November lalu, indikator ekonomi Tapsel masih dalam kondisi baik. Namun dampak bencana menyebabkan pertumbuhan ekonomi tergerus hingga menyisakan 2,4 persen pada triwulan IV 2025 dan secara kumulatif berada di angka 4,39 persen pada akhir 2025.

Ia optimistis, jika program MBG berjalan optimal, pertumbuhan ekonomi akan kembali menguat.

Dengan semangat “Prabowonomics” atau ekonomi berputar di desa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel optimistis Koperasi Desa akan menjadi pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.

Baca Juga : TNI Bersihkan SDN 158506 Tukka, Aktivitas Belajar Kembali Dimulai

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perdagangan dan UKM Tapsel, Padot Harahap, menyampaikan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan sinergi antara Bank Sumut dan Koperasi Merah Putih dalam memperkuat UMKM Desa.

Dari 248 koperasi yang terbentuk sejak Juli, sebanyak 171 koperasi telah menggunakan rekening Bank Sumut.

Narasumber dari Divisi Dana dan Jasa Bank Sumut, Rini Maulisa, menjelaskan, Sumut Link memiliki dua produk utama, yakni Tabungan Martabe SiPandai dan Agen Sumut Link, yang memberikan peluang pendapatan tambahan bagi koperasi melalui sistem sharing fee.

Baca Juga : Tambang Emas Ilegal Ekspansi dari Madina ke Tapsel

Kepala Cabang Bank Sumut Sipirok, Ade Irma Hakim Nasution, menambahkan, 248 Koperasi Merah Putih di Tapsel akan dibagi dalam tiga zona pembinaan.

Agen yang berhasil membawa nasabah akan memperoleh sharing fee, termasuk peluang referensi kredit.

Pimpinan Bidang Pemerintahan dan Divisi Jasa PT Bank Sumut, Dody Nurman Syahputra, beserta jajaran Humas menyambut baik rencana kolaborasi tersebut.

Baca Juga : Empat Paket Sabu Diamankan dari Seorang Pengedar Sabu di Gunungtua

” Kami berharap sinergi antara pemerintah daerah, Perbankan, dan koperasi mampu mempercepat perputaran ekonomi desa di Tapsel, ” ungkapnya. (Wan)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya