Tuesday, October 13, 2026

Belajar dari Kasus Blitar: Cara Merawat Kompresor agar Tak Menjadi Bom Waktu

Baca Juga

Wartalive.co.id — Ledakan kompresor angin yang viral di Blitar beberapa waktu lalu memicu kekhawatiran di kalangan pemilik bengkel dan masyarakat. Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa peralatan kerja yang digunakan sehari-hari dapat berubah menjadi ancaman serius jika aspek perawatannya diabaikan.

Erdo, pemilik bengkel ban mobil dan truk di kawasan Medan Selayang, menilai insiden serupa sebenarnya dapat dicegah melalui perawatan rutin dan pemeriksaan berkala. Menurutnya, kompresor yang dirawat dengan baik relatif aman dan memiliki usia pakai lebih panjang.

- Advertisement -

“Sebenarnya kalau kompresornya dirawat, pasti baik-baik saja. Yang meledak itu karena tidak dirawat dan tidak diperhatikan,” ujar Erdo saat ditemui di bengkelnya.

Baca Juga : Sejumlah Klub Voli, Sekolah dan Kelompok Masyarakat Mendapat Hibah Peralatan Olah Raga Dari Pemko Tanjung Balai

Ia menjelaskan, salah satu hal krusial yang kerap diabaikan adalah pembuangan air di dalam tabung. Setiap kali kompresor mengisi angin, uap air akan mengendap di dasar tabung. Jika tidak dibuang secara rutin, air tersebut memicu oksidasi yang menyebabkan karat pada dinding tabung.

Karat yang dibiarkan menumpuk akan mengikis ketebalan plat besi sehingga kekuatan tabung dalam menahan tekanan tinggi menurun. Kondisi ini berpotensi melemahkan struktur tabung dan meningkatkan risiko ledakan.

Selain itu, Erdo menekankan pentingnya memastikan komponen otomatis pengatur tekanan (pressure switch) berfungsi normal. Komponen ini bertugas menghentikan mesin secara otomatis saat tekanan dalam tabung mencapai batas maksimal. Jika mengalami kerusakan, mesin akan terus memompa udara hingga melampaui kapasitas tabung.

Lihat Juga : Muhammad Fadly Abdina Pimpin Rakor Pendataan Dukung Pelaksanaan Program MBG Untuk Bumil , Busui dan Balita Non PAUD

“Ketika pengisian angin melampaui kapasitas karena otomatis rusak, tabung tidak lagi mampu menahan tekanan yang sangat besar. Itu yang bisa menyebabkan ledakan,” katanya.

Menurut Erdo, kombinasi antara tekanan berlebih dan dinding tabung yang telah keropos akibat karat merupakan faktor utama terjadinya ledakan.

Ia menyarankan agar pemilik bengkel membuang air di dalam tabung setiap hari melalui katup bagian bawah serta rutin memeriksa sistem otomatis. Dengan perawatan sederhana namun konsisten, risiko ledakan seperti yang terjadi di Blitar dapat diminimalkan. (Febrian)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya