Wartalive.co.id – Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) pada 25 dan 26 November 2025 lalu mengakibatkan ribuan rumah warga terdampak.
Berdasarkan pendataan sementara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel, sebanyak 2.400 rumah mengalami dampak, dengan 1.808 rumah di antaranya mengalami rusak berat dan harus dibangun kembali.
Bupati Tapsel H. Gus Irawan Pasaribu, menyampaikan data tersebut saat menghadiri Safari Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H/2025 M yang dirangkai dengan Pengajian Bulanan Pemkab Tapsel bersama Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Angkola Timur, di Lingkungan II Sosopan, Kelurahan Pasar Pargarutan, Kecamatan Angkola Timur, Kabupayen Tapsel, Minggu (18/1/2026).
Baca Juga : FISIP UMTS Audiensi ke KPU Tapsel Bahas Asesmen Lapangan
Bupati menjelaskan, dari 15 Kecamatan yang ada di Kabupaten Tapsel, sebanyak 13 Kecamatan terdampak bencana pada peristiwa 25 dan 26 November 2025. Selanjutnya, pada 25 Desember 2025, Kecamatan Saipar Dolok Hole (SD Hole) juga mengalami dampak bencana, sehingga total wilayah terdampak menjadi 14 Kecamatan dan hanya Kecamatan Aek Bilah yang tidak terdampak bencana.
“ Data ini masih bersifat sementara dan terus kami lakukan koreksi di lapangan agar penanganan dan bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran, ” ujar Gus Irawan.
Bupati mengungkapkan, sebelum menghadiri kegiatan pengajian tersebut, dirinya baru saja melakukan koreksi dan validasi data rumah warga terdampak bencana.
Pemkab Tapsel, kata dia, berkomitmen mempercepat proses pemulihan dan pembangunan kembali rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan berat.
Bupati juga menyampaikan, kehadiran Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada 31 Desember 2025 lalu ke Kabupaten Tapsel, memberikan dorongan besar bagi proses penanganan pasca bencana.
Lihat Juga : Kapolres Padangsidimpuan Pimpin Sertijab Kasat Intelkam
” Sejak kunjungan tersebut, bantuan dari pemerintah pusat maupun berbagai pihak terus berdatangan, ” ucapnya
Selain kerusakan infrastruktur, bencana banjir dan tanah longsor di Tapsel juga menimbulkan korban jiwa dan hingga saat ini, tercatat 95 orang meninggal dunia dan 20 orang masih dinyatakan hilang.
” Pemkab Tapsel akan terus hadir mendampingi masyarakat terdampak, baik melalui penyaluran bantuan, dukungan moril, maupun percepatan pembangunan pasca bencana, ” ungkapnya. (Wan)

