Saturday, October 10, 2026

Bukan Janji, Koramil 14/Kotanopan Buktikan Kepedulian Lewat Pembangunan Jembatan Gantung

Baca Juga

Wartalive.co.id – Deru air sungai yang membelah kawasan Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal, selama ini bukan hanya menjadi suara alam bagi warga Desa Simpang Duhu Dolok dan Desa Simpang Pining.

Di balik aliran sungai itu, tersimpan cerita panjang tentang sulitnya akses dan perjuangan masyarakat menjalani aktivitas sehari-hari.

- Advertisement -

Bertahun-tahun warga harus berjibaku melewati jalur yang tidak aman demi menuju kebun, mengangkut hasil pertanian, hingga sekadar menyeberang ke desa tetangga.

Ketika kondisi jembatan lama rusak, mobilitas masyarakat pun terganggu. Anak-anak sekolah, petani, hingga pedagang harus ekstra hati-hati saat melintas.

Kini, harapan itu kembali berdiri. Kodim 0212/Tapanuli Selatan (Tapsel) bersama masyarakat akhirnya menuntaskan pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan Desa Simpang Duhu Dolok dengan Desa Simpang Pining, Selasa (28/4/2026).

Jembatan sepanjang sekitar 20 meter dengan lebar 1,8 meter itu kini menjadi urat nadi baru bagi masyarakat di kawasan tersebut.

Baca Juga : Di Hadapan 367 Wisudawan, Kapolres Padangsidimpuan Sampaikan Pesan Penting Soal Etika dan Pengabdian

Di lokasi pembangunan, semangat gotong royong terlihat begitu kuat. Prajurit TNI dari Koramil 14/Kotanopan, Kodim 0212/Tapsel, bahu membahu bersama warga menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan. Mulai dari pengecoran pondasi, pemasangan blok beton, perakitan besi, hingga pengecatan dilakukan secara bertahap.

Tak sedikit warga yang ikut turun tangan membantu proses pembangunan. Mereka sadar, jembatan itu bukan sekadar infrastruktur penghubung, melainkan jalan kehidupan yang menentukan kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat desa.

Bagi para petani, keberadaan jembatan sangat penting untuk membawa hasil perkebunan. Sebelumnya, akses yang sulit membuat aktivitas angkut hasil tani menjadi terhambat. Kini, masyarakat bisa kembali melintas dengan aman dan nyaman.

Berdirinya jembatan gantung itu menjadi simbol bahwa kerja bersama mampu menghadirkan perubahan nyata.

Komandan Kodim 0212/Tapsel, Letkol Dedi Harnoto, mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya di daerah yang akses infrastrukturnya masih terbatas.

Di tengah keterbatasan, semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat di pelosok Mandailing Natal kembali membuktikan bahwa pembangunan tidak selalu lahir dari kemewahan, tetapi dari kepedulian dan kebersamaan.

Baca Juga : LKPJ 2025: Kemiskinan di Tapsel Menurun

“ Melalui gotong royong antara TNI dan masyarakat, pembangunan jembatan gantung ini akhirnya dapat diselesaikan, sehingga akses kembali lancar dan roda perekonomian warga dapat meningkat dan berjalan dengan baik, ” ujarnya.(Wan)

Warta Terbaru

Gasing Natuna Go Inter-Daerah: Wabup Jarmin Restui Turnamen Terbuka 2027 dan Undang Anambas

Wartalive.co.id, NATUNA — Pemerintah Kabupaten Natuna terus berkomitmen melestarikan gasing sebagai Warisan Budaya Melayu yang masih hidup dan semakin...

Artikel Menarik Lainnya