Wartalive.co.id – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu mengajak generasi muda untuk menjauhi narkoba dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik melalui pendidikan, prestasi, serta kemandirian ekonomi.
Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri sosialisasi bertema “Jauhi Narkoba Jadilah Insan yang Berakhlakul Karimah Raih Masa Depan yang Gemilang” di Aula MAN Insan Cendekia (IC) Tapsel di Sipirok, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tapsel dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tapsel, dihadiri Ketua BAZNAS Tapsel Jon Sujani Pasaribu, pengurus MUI, para guru, serta ratusan siswa MAN IC Tapsel.
Dalam arahannya, Gus Irawan menegaskan bahwa narkoba merupakan ancaman serius yang dapat menghancurkan masa depan generasi muda.
Baca Juga : Pemkab Labusel Lepas Kafilah MTQ ke-40 Sumut, Targetkan Prestasi
Ia mengingatkan para pelajar agar tidak pernah mencoba narkoba dalam bentuk apa pun karena dampaknya sangat merusak, baik bagi kesehatan, pendidikan, maupun kehidupan sosial.
“ Jangan pernah mencoba narkoba dalam bentuk apa pun. Masa depan kalian masih panjang. Raihlah cita-cita melalui pendidikan, prestasi, dan akhlak yang baik. Kalian adalah generasi penerus yang akan menentukan masa depan Tapsel, ” tegas Gus Irawan di hadapan para siswa.
Menurutnya, peredaran narkoba saat ini tidak lagi menyasar kelompok tertentu, melainkan telah menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk kalangan pelajar.
Karena itu, diperlukan peran aktif semua pihak untuk memperkuat pengawasan dan pembinaan terhadap generasi muda.
Selain menyoroti bahaya narkoba, Gus Irawan juga memaparkan berbagai upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menekan angka kemiskinan.
Ia menyebut, pasca bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Tapsel, pemerintah terus menjalankan program rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk pemulihan ekonomi masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan.
Salah satu program yang menjadi perhatian pemerintah daerah adalah penyediaan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga nol persen bagi masyarakat terdampak bencana.
Program tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di sektor pertanian.
“ Kami sedang membangun ekosistem pertanian yang terintegrasi. Modal kami siapkan, keterampilan kami tingkatkan, pasar juga kami siapkan. Tidak boleh lagi ada alasan tidak berusaha karena tidak memiliki modal. Saat ini tersedia pembiayaan dengan bunga nol persen untuk membantu masyarakat bangkit, ” ujarnya.
Bupati juga mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak praktik rentenir maupun pinjaman ilegal yang dapat membebani kondisi ekonomi keluarga.
” Untuk itu, Pemkab Tapsel bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Perbankan terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya literasi keuangan dan penggunaan layanan keuangan yang legal, ” tuturnya.
Sementara, Kepala MAN IC Tapsel Abdul Hakim Siregar mengapresiasi perhatian Pemkab Tapsel terhadap dunia pendidikan.
Menurutnya, kehadiran Bupati beserta para narasumber memberikan motivasi dan wawasan berharga bagi para siswa dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
“ Kami berharap kegiatan ini menjadi bekal bagi siswa untuk membangun karakter yang kuat, berakhlakul karimah, serta memiliki cita-cita besar demi masa depan yang lebih baik, ” katanya.
Senada dengan itu, Ketua MUI Kabupaten Tapsel Ali Sati Rangkuti menegaskan, narkoba merupakan ancaman serius bagi generasi bangsa karena dapat merusak akal, kesehatan dan masa depan seseorang.
Oleh sebab itu, seluruh elemen masyarakat harus bersinergi dalam memberikan pendidikan, pembinaan moral, serta pengawasan kepada generasi muda.
Lihat Juga : Syahdian Purba Siboro Sambut Kepulangan 147 Jemaah Haji Labusel
” Melalui kegiatan sosialisasi ini para pelajar diharapkan semakin memahami bahaya narkoba, menjauhi segala bentuk penyalahgunaan narkotika, memiliki karakter yang kuat dan berakhlakul karimah, serta mampu meraih masa depan yang gemilang demi kemajuan Tapsel dan Indonesia, ” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara (Provsu) Triyoga Laksito memberikan edukasi mengenai literasi keuangan dan bahaya pinjaman online ilegal.
Ia mengajak para pelajar untuk memahami pengelolaan keuangan sejak dini serta menghindari berbagai bentuk kejahatan finansial yang dapat merugikan diri sendiri maupun keluarga.(Wan)

