Monday, October 12, 2026

Dispusip Sumut Dorong Penguatan Literasi dan Arsip

Baca Juga

Wartalive.co.id – Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Provinsi Sumatera Utara terus memacu penguatan literasi dan tata kelola kearsipan di wilayahnya. Hal ini ditegaskan dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Gubernur Sumatera Utara pada Kamis (23/4), yang memaparkan berbagai capaian serta program unggulan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia di Sumatera Utara.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumut, Desni Maharani Saragih, mengungkapkan bahwa pihaknya bekerja berdasarkan empat indikator kinerja utama. Indikator tersebut meliputi Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM), Tingkat Kegemaran Membaca (TKM), Indeks Pengawasan Kearsipan, serta Pengawasan Ketersediaan Arsip yang menjadi fondasi kerja dinas.

- Advertisement -

Dalam kesempatan tersebut, Desni membagikan kabar baik mengenai lonjakan signifikan pada aspek pembangunan literasi. Berdasarkan data yang dihimpun, posisi Sumatera Utara dalam Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat secara nasional mengalami kenaikan drastis. Jika pada tahun 2024 Sumut berada di posisi 21, pada tahun 2025 provinsi ini berhasil menembus posisi 9 besar nasional.

Baca Juga : Khutbah Jumat di Al-Abrar Bahas Keutamaan Menuntut Ilmu

“Pembangunan literasi masyarakat tahun 2024 kita berada pada posisi 21 nasional, dan tahun 2025 kita naik ke posisi 9 nasional. Ini merupakan lompatan besar yang membuktikan komitmen kita dalam mencerdaskan masyarakat,” ujar Desni di hadapan para awak media.

Untuk mempertahankan dan meningkatkan capaian tersebut, Dispusip Sumut telah merancang serangkaian program peningkatan literasi yang dikelompokkan berdasarkan jenjang usia. Bagi anak-anak di tingkat PAUD dan Taman Kanak-kanak (TK), dinas menggalakkan kegiatan Read Aloud atau membacakan nyaring untuk menumbuhkan minat baca sejak dini.

Memasuki jenjang Sekolah Dasar (SD), program difokuskan pada pelatihan story telling atau bercerita guna mengasah kemampuan ekspresi dan pemahaman teks. Sementara itu, untuk siswa tingkat SMP, fokus diarahkan pada pelatihan membaca kritis agar para remaja mampu menyaring informasi dengan lebih bijak dan mendalam.

Lihat Juga : Longsor Putus Jalinsum Taput–Tapsel, Lalu Lintas Lumpuh

Bagi siswa SMA, tantangan era digital dijawab dengan penyelenggaraan workshop literasi media. Program ini dirancang agar generasi muda memiliki kemampuan analisis terhadap informasi yang beredar di dunia maya. “Kami ingin setiap jenjang pendidikan mendapatkan intervensi literasi yang tepat sesuai kebutuhan perkembangan mereka,” tambah Desni.

Terakhir, bagi kalangan mahasiswa dan Aparatur Sipil Negara (ASN), Dispusip meluncurkan program inovatif bertajuk “Gesekan Saku” atau Gerakan Sepekan Satu Buku. Program ini diharapkan dapat membangun kebiasaan membaca yang konsisten di lingkungan akademisi dan birokrasi, sehingga tercipta budaya literasi yang kuat di seluruh lapisan masyarakat Sumatera Utara.(febrian)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya