Wartalive.co.id — Kemacetan panjang kembali menyergap Jalan Dr. Mansyur, Medan, pada Kamis (23/4) sore. Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan mengular mulai dari depan Sekolah Darma Pancasila hingga mencapai Simpang Dr. Mansyur – Setia Budi. Kondisi ini membuat mobilitas masyarakat terhambat signifikan di salah satu urat nadi transportasi kota tersebut.
Puncak kepadatan terpantau terjadi tepat saat jam pulang kantor dan jam keluar sekolah. Kendaraan roda dua maupun roda empat tampak merayap perlahan, bahkan sesekali berhenti total selama beberapa menit. Situasi semakin semrawut dengan banyaknya volume kendaraan yang keluar secara bersamaan dari arah Jalan SMK 8, yang menambah beban beban jalan di titik tersebut.
Deo, seorang penjual kopi keliling yang kerap mangkal di kawasan tersebut, memberikan kesaksiannya mengenai hiruk-pikuk sore ini. Menurutnya, penumpukan kendaraan di titik ini merupakan akumulasi dari berbagai aktivitas masyarakat yang selesai di waktu yang hampir bersamaan. Ia melihat fenomena ini sudah menjadi “makanan sehari-hari” bagi warga yang melintas.
Baca Juga : Dispusip Sumut Dorong Penguatan Literasi dan Arsip
“Penyebab macet ini banyak, anak sekolah pulang, mahasiswa USU pulang kampus, ditambah orang lain pulang kerja. Menumpuk di sinilah semua, jadi jalannya merayap,” ujar Deo.
Selain faktor volume kendaraan, tata kelola parkir di sepanjang jalan tersebut juga dituding sebagai biang kerok kemacetan. Heru, seorang pengemudi ojek online spesialis pengantaran makanan, mengungkapkan keresahannya terhadap penyempitan jalan yang disebabkan oleh parkir liar maupun parkir yang meluap ke badan jalan.
“Menurut saya yang bikin macet di Dr. Mansyur ini parkiran mobil di pinggir jalan. Mulai dari kafe Cold ‘n Brew, Pos Kuphi, Steak 21, sampai Gacoan, semua parkiran mobilnya itu di luar. Mobil-mobil itu parkir memakan badan jalan karena lahan parkir yang disediakan outletnya kecil,” tutur Heru dengan nada kecewa.
Lebih lanjut, Heru menambahkan bahwa kapasitas parkir yang disediakan oleh para pelaku usaha di sepanjang Jalan Dr. Mansyur sudah tidak sanggup lagi menampung kendaraan pengunjung. Hal ini memaksa para pengendara menggunakan bahu jalan sebagai area parkir darurat, yang secara otomatis mengurangi lajur kendaraan yang bisa dilalui oleh masyarakat umum.(febrian)

