WartaLive.co.id — Setelah hampir dua bulan bertahan di lokasi pengungsian, masyarakat Desa Aek Ngadol, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, kini mulai kembali ke rumah masing-masing. Kepulangan ini menyusul banjir bandang yang menerjang permukiman warga pada 25 November 2025 lalu, (20/01/2026)
Kehidupan perlahan kembali bergerak di desa tersebut. Meski bekas-bekas kerusakan masih terlihat, warga memilih pulang dan mulai menata kembali tempat tinggal mereka. Kebersamaan dengan keluarga menjadi alasan utama warga memutuskan kembali, setelah lama terpisah akibat bencana.
Aktivitas masyarakat pun mulai terlihat di sejumlah titik desa. Lingkungan yang sempat ditinggalkan kini kembali dihuni, menandai proses pemulihan awal pascabanjir. Namun, kondisi ini belum sepenuhnya diiringi dengan pemulihan ekonomi warga.
Baca Juga : Polrestabes Medan Bongkar Sindikat Perdagangan Bayi di Simalingkar
Sektor pertanian masih menjadi persoalan utama. Lahan sawah milik warga hingga kini belum dapat dimanfaatkan karena tertimbun lumpur dan material banjir. Warga berharap pemerintah segera turun tangan membersihkan dan memperbaiki area pertanian agar mereka bisa kembali berproduksi dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Di sisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan terbaru terkait penanganan dan pemulihan bencana hidrometeorologi basah yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Dalam laporan hingga Senin, 20 Januari 2026, BNPB mencatat adanya tambahan satu korban meninggal dunia di Kabupaten Aceh Tengah. Dengan penambahan tersebut, jumlah korban meninggal secara keseluruhan kini mencapai 1.200 jiwa.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa hingga saat ini masih terdapat 143 korban yang dinyatakan hilang. Sementara itu, jumlah warga yang masih berada di pengungsian tercatat sebanyak 113.903 jiwa. “Angka ini terus berubah seiring berjalannya proses pembersihan wilayah terdampak, pemulihan permukiman, serta pembangunan hunian sementara di sejumlah daerah,” jelas Abdul Muhari.
Upaya pemulihan terus dilakukan secara bertahap dengan melibatkan pemerintah pusat, daerah, serta berbagai pihak terkait guna mempercepat kembalinya aktivitas masyarakat di wilayah terdampak bencana.(Sry)
Sumber: Metro TV

