Wartalive.co.id — Kondisi infrastruktur di Jalan Karya Wisata, tepatnya dari arah perumahan J City menuju Simpang Karya Wisata, kini tengah menjadi sorotan tajam. Proyek galian yang berada di sisi kiri bahu jalan terpantau masih dalam pengerjaan, Kamis (12/2). Keberadaan lubang-lubang besar ini mulai mengganggu kenyamanan serta keselamatan para pengguna jalan yang melintas setiap harinya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, terdapat banyak titik galian yang masih dalam kondisi terbuka lebar. Alih-alih ditutup dengan pengaman permanen atau tanda peringatan yang memadai, lubang-lubang tersebut hanya ditutupi oleh tumpukan karung berisi tanah. Kondisi ini dinilai sangat minim standar keamanan, mengingat posisi galian yang bersentuhan langsung dengan badan jalan yang padat kendaraan.
Kerawanan ini semakin meningkat bagi masyarakat atau pengendara yang tidak terbiasa melintasi rute tersebut. Tanpa adanya pemetaan jalan yang jelas atau rambu peringatan, pengendara yang tidak hafal medan berisiko terperosok ke dalam lubang. Kurangnya penerangan di titik-titik galian tersebut menambah daftar panjang faktor risiko kecelakaan bagi warga yang melintas di kawasan tersebut.
Rio, salah seorang pengemudi ojek online (ojol) yang setiap harinya mangkal dan melintas di sekitar lokasi, mengeluhkan dampak buruk dari proyek yang belum tuntas ini. Menurutnya, keberadaan galian ini sangat mengganggu kelancaran arus lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk. “Galian ini sedikit mengganggu sebenarnya, apalagi kalau sore jam pulang kerja,” ujar Rio saat ditemui di lokasi, Kamis (12/2).
Baca Juga : Lalu Lintas di Simpang Empat Silandit Terpantau Lancar di Bawah Pengawasan Petugas
Lebih lanjut, Rio menjelaskan bahwa penyempitan jalan akibat tumpukan material dan lubang galian membuat volume kendaraan meluap. Jalan yang seharusnya bisa menampung dua hingga tiga kendaraan dengan leluasa kini menjadi sedikit sempit, sehingga sering kali terjadi kemacetan dari arah J City pada jam pulang kantor. Para pengendara dipaksa untuk lebih waspada dan mengambil jalur ke tengah demi menghindari lubang di sebelah kiri.
Bahaya yang mengintai tidak hanya terjadi pada siang hari, namun semakin menjadi-jadi ketika matahari terbenam. Minimnya lampu jalan di beberapa titik membuat tumpukan karung tanah tersebut sulit terlihat dari kejauhan. Rio menekankan bahwa keselamatan pengendara dari luar daerah yang belum tahu ada proyek galian berada di ujung tanduk saat melintas di malam hari. “Kalau malam juga bahaya kan, untuk masyarakat yang ingin melintas tapi belum tau kalau ada galian di sebelah kiri ini. Soalnya cuma ditutup sama karung begitu saja, tidak ada lampu tanda atau seng pembatas yang jelas,” tambah Rio. Ia berharap pihak terkait segera melakukan tindakan nyata sebelum ada korban jiwa yang jatuh akibat kelalaian dalam pengamanan proyek tersebut (Febrian).
Lanjut Baca : Pasokan BBM Berangsur Pulih, Lalu Lintas di Panyabungan Kembali Lancar

