Wartalive.co.id – Di kawasan Danau Toba, penanaman pohon dilaksanakan secara serentak di tujuh kabupaten. Aksi tanam bersama ini bertujuan untuk mendukung kampanye dan sosialisasi mengenai geopark Kaldera Toba, yang akan segera menjalani penilaian ulang oleh UNESCO. Kegiatan ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap tanggal 6 Juni.
Effendy Pohan, yang menjabat sebagai Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, mewakili Gubernur Sumut, Bobby Nasution, mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia juga mengimbau agar semua pihak bersama-sama menjaga dan merawat geosite yang terletak di kawasan Danau Toba.
“Karena, geosite bukan hanya sebagai aset pariwisata, namun juga sebagai ruang edukasi, warisan budaya, dan ekonomi,” ujarnya pada kegiatan penanaman pohon dalam rangka ‘Gerakan Bersama untuk Kaldera Toba’ di Desa Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Rabu (4/6/2025).
Baca Juga : Polres Langkat Berantas 32 Kasus Narkotika Selama Mei 2025
Di kawasan Danau Toba, penanaman pohon serentak dilaksanakan di 16 geosite yang tersebar di tujuh kabupaten. Di setiap geosite, sebanyak 250 bibit pohon produktif ditanam, yang meliputi berbagai jenis pohon buah-buahan seperti mangga, rambutan, kemiri, dan lain-lain.
“Apabila dikelola dengan baik, geosite bisa membuka lapangan kerja, memperkuat identitas lokal dan meningkatkan daya saing daerah,” katanya.
Effendy menyatakan bahwa penetapan Danau Toba sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark pada tahun 2020 merupakan sebuah momen bersejarah. Pengakuan ini tidak hanya memberikan harapan yang besar, tetapi juga membawa tanggung jawab yang signifikan.
“UNESCO tidak sekadar menetapkan kawasan ini sebagai geopark, tetapi juga menempatkan kita dalam revalidasi setiap empat tahun sekali. Artinya, keberhasilan status ini tidak bersifat permanen, harus terus dijaga, dikembangkan dan dirawat dengan serius dan kolaboratif,” katanya.
Tahun ini, UNESCO berencana untuk melakukan revalidasi kedua, di mana mereka akan mengevaluasi kembali pengelolaan kawasan geopark, terutama geosite-geosite yang ada di sekitar Danau Toba, untuk memastikan kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip geopark dunia.
Lihat Juga : Bupati Samosir, DEN dan PT JCO Tinjau Lahan Pertanian Terpadu Terkait Budidaya Kopi
Azizul Kholis, yang merupakan pengelola Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (BP TCUGGp), merasa optimis bahwa mereka akan mencapai target green card. Saat menyerahkan dokumen terkait Geopark Kaldera Toba, tidak ada masalah yang ditemukan.
Ia menyampaikan bahwa antara tanggal 20 hingga 25 Juli 2025, Tim Assesor akan hadir untuk melaksanakan revalidasi. Saat ini, kegiatan penanaman pohon sedang berlangsung di 16 geosite yang tersebar di tujuh kabupaten dan kota di kawasan Danau Toba.
“Marilah kita menjaga lingkungan, menjaga konservasi, terutama flora dan fauna, khususnya batuan usia 70 ribu tahun,” ajaknya.(Islino)

