wartalive.co.id – Ketua Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) 1957 Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) masa bakti 2021-2026 H.Warsito Harahap mengatakan, program dan proyek kegiatan PDK Kosgoro Tapsel sudah berjalan selama 2 tahun belakangan ini.
” Sebagai Organisasi Masyarakat (Ormas), gerakan kami (Kosgoro 1957), tidak ada kaitannya menjelang Pemilihan Umum (Pemilu 2024). Tapi ini semua sudah berjalan dengan sistematis , kecil tapi rutin membantu masyarakat Tapsel semampu organisasi kami ini, ” ujar Ketua PDK Kosgoro 1957 Kabupaten Tapsel H.Warsito Harahap, Senin (16/1/2023)
Didampingi Sekretaris DPK Kosgoro 1957 Tapsdl Ardi Hasaoran Dongoran,S.Sos, H. Warsito Harahap mengatakan, dulu Ormas Kosgoro 1957 memilih berkerja dalam senyap. Namun kedepan kami membutuhkan gerakan gotong royong dari masyarakat Tapsel, sesuai dengan singkatan nama Kosgoro yakni Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong, sehingga kami bisa berkontribusi bermitra dengan pemerintah tanpa membebani atau berharap dana pemerintah daerah.
” Bagi kami bekerjasama sama itu bukan berarti harus mendapatkan bantuan dana APBD Kabupaten Tapsel. Tapi bekerja sama itu bisa saja tetap berkontribusi bagi pembangunan masyarakat Tapsel dengan kemampuan organisasi yang kami miliki dan semampu kami dan tetap konsisten sepanjang tahun, ” terangnya.
H. Warsito Harahap juga mengatakan, saat ini DPK Kosgoro 1957 Tapsel telah memiliki 4 program tetap yang telah berlangsung sejak 2021, yakni, program pengabdian masyarakat melalui bedah rumah masyarakat sangat miskin berpola, ‘Marsialap Ari’ (gotong royong), yang sampaj saat ini sudah dilakukan pembedahan terhadap 21 unit rumah warga sangat miskin.
” Kita punya target 124 unit rumah warga sangat miski yang akan di bedah dan akan dituntaskan sampai tahun 2026 mendatang, ” ungkap Warsito.
Kemudian, ada juga program solidaritas melalui pengiriman bantuan sosial berupa paket sembako dari rumah ke rumah untuk para janda dan yatim berpola, ‘Boras Si Pir Ni Tondi’, yakni memberikan paket sembako seperti beras, minyak makan, gula, garam, ikan kaleng, dll.
” Dari 1100 Kepala Keluarga (KK) di 15 Kecamatan se Kabupaten Tapsel yang ditargetkan untuk menerima Bansos, sudah 300 KK di 7 Kecamatan yang tersalurkan, ” terangnya.
Sementara untuk program kerakyatan melalui ‘Gerakan Karya’, DPK Kosgoro 1957 Tapsel yang kini memiliki 2 unit Excavator yang dijalankan oleh 2 Koperasi yang dikelola para kader Kosgoro akan mewujudkan ekonomi kerakyatan melalui pembukaan jalan Desa, Dusun dan membangun serta rehabilitasi kolam ikan air tawar, yang mana masyarakat bisa menyewa alat berat tersebut dibawah harga sewa pasar (subsidi).
” Melalui koperasi kader Kosgoro kita juga membentuk usaha penyewaan alat berat, yang harga sewanya cukup murah dan terjangkau, dibanding sewa alat berat dari perusahaan lain. Penyewaan alat berat ini bisa untuk pembukaan jalan baru, membangun jalan usaha tani tapi pada lahan yang harus memiliki kegalitas, atau pembuatan kolam kolam untuk perikanan dan cadangan air di saat musim kemarau, ” katanya.
Untuk program membangun kewirausahawan yang bertujuan untuk proses soliditas internal prganisasi, dengan memberikan bantuan dana kepada Pimpinan Kecamatan (PK) Kosgoro sebanyak 15 PK di Tapsel.
” Bantuan dana tersebut diharapkan dapat terus bertambah setiap tahun melalui kegiatan keuangan bisnis mikro nya secara pelan pelan di Kecamatan masing masing, sehingga dengan dana yang ada, dapat digunakan untuk membiayai juga perjalanan kegiatan organisasi Kosgoro di Kecamatan.Semoga doa kita semua, baik para pengurus Kosgoro dan anggota serta masyarakat mampu menjadi semangat Pengabdian, Kerakyatan, Solidaritas, yang diridhoi Tuhan Yang Maha Esa, ” ungkap Warsito Harahap
Hal yang sama juga diungkapkan Sekretaris DPK Kosgoro 1957 Tapsel Ardi Hasaoran Dongoran, yang mengatakan, Kosgoro bagian dari ormas Kelompok Induk Organisi (KINO) yang melahirkan Partai Golkar dan secara historis dan semangat maka saluran aspirasi politik kami adalah Partai Golkar.
” Kami berharap jangan ada rasa curiga atau benci kepada Ormas kami, karena juga tidak perduli dan memusuhi ormas lain, kami hanya ingin nyaman dan terus bekerja membangun Tapsel sesuai dengan kemampuan kami. Mari kita sesama ormas dan institusi yang ada terus saling mendukung membangun Tapsel yang semakin baik di masa depan, ” tegas Ardi. (RS)

