Monday, October 12, 2026

Hadapi Ketidakpastian Global, Tapsel Fokus Pemulihan Ekonomi

Baca Juga

Wartalive.co.id – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu resmi membuka High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), serta Tapanuli Economic Forum di Aula Sarasi Lantai III Kantor Bupati Tapsel di Sipirok, Rabu (6/5/2026).

Kegiatan strategis tersebut menjadi langkah konkret Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel dalam menghadapi dinamika geopolitik global yang dinilai semakin kompleks dan berdampak langsung terhadap stabilitas ekonomi daerah.

- Advertisement -

Dalam arahannya, Bupati Gus Irawan menegaskan bahwa kondisi global saat ini dipenuhi ketidakpastian ekonomi akibat terganggunya rantai pasok dunia, fluktuasi harga energi, hingga meningkatnya kebijakan proteksionisme di sejumlah negara.

“ Forum ini sangat strategis karena kita berada di tengah dinamika geopolitik global yang penuh ketidakpastian. Tantangannya nyata, tetapi di setiap krisis selalu ada peluang yang harus mampu kita tangkap secara bijak, ” ujar Gus Irawan.

Baca Juga : Pembobol Toko Pakaian Tak Berkutik Saat Diamankan Tim Resmob

Ia menekankan, penguatan ekonomi daerah menjadi kunci menjaga ketahanan ekonomi nasional, terutama melalui optimalisasi potensi lokal dan percepatan transformasi digital.

Bupati yang memiliki pengalaman panjang di sektor Perbankan itu juga menyoroti pentingnya digitalisasi sistem keuangan daerah sebagai fondasi efisiensi pelayanan publik dan pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang harus segera diwujudkan di seluruh sektor pelayanan.

“ Negara maju sudah menjalankan digitalisasi Perbankan sejak lama. Karena itu saya sangat mendorong implementasi digitalisasi transaksi, termasuk penggunaan QRIS dan sistem pembayaran elektronik di Tapsel, ” katanya.

Bupati juga turut mengapresiasi PT Bank Sumut yang dinilai telah melakukan digitalisasi layanan hingga menjangkau desa-desa, sekolah dan fasilitas pelayanan publik di wilayah Tapsel.

Dalam kesempatan itu, Gus Irawan juga memaparkan kondisi pemulihan pasca bencana banjir dan longsor yang melanda Tapsel beberapa waktu lalu.

Pemerintah daerah mencatat kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur mencapai sekitar Rp2,7 triliun, termasuk pembangunan hunian tetap bagi lebih dari 2.000 kepala keluarga terdampak.

Menurutnya, tantangan pascabencana tidak hanya sebatas pembangunan fisik, tetapi juga pemulihan ekonomi masyarakat yang kehilangan mata pencaharian.

“ Kita tidak ingin masyarakat hanya mendapatkan rumah. Mereka harus kembali memiliki masa depan ekonomi. Karena itu program pemberdayaan ekonomi korban bencana menjadi prioritas utama, ” tegasnya.

Sebagai solusi jangka panjang, Pemkab Tapsel menyiapkan sejumlah program penguatan ekonomi berbasis potensi lokal, khususnya di sektor ketahanan pangan.

Program unggulan yang disiapkan di antaranya Gerakan Seribu Kolam Budidaya Ikan, pengembangan peternakan ayam petelur, serta Gerakan Seribu Hektare Tanam Jagung.

Langkah tersebut diambil karena Tapsel masih mengalami defisit produksi pangan, seperti ikan konsumsi dan telur ayam yang sebagian besar masih dipasok dari luar daerah.

“ Masalah utama sering bukan produksi, tetapi pasar. Karena itu BUMD kita akan menjadi off-taker agar produk masyarakat terserap dan harga tetap terjamin, ” jelas Gus Irawan.

Ia menegaskan bahwa kekuatan ekonomi nasional sesungguhnya bertumpu pada ketahanan ekonomi daerah.

” Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, OJK, Perbankan dan pelaku usaha harus terus diperkuat, ” katanya.

Menutup arahannya, Bupati Gus Irawan mengajak seluruh pemangku kepentingan menjadikan tantangan global sebagai momentum memperkuat kemandirian ekonomi daerah.

” Kita tidak boleh hanya menjadi penonton perubahan dunia. Tapsel harus mampu menjadi daerah yang tangguh, adaptif dan memiliki pertumbuhan ekonomi berkualitas serta berkelanjutan, ” pungkasnya

Lihat Juga : JNE Kecam Aksi Pembegalan Kurir di Bandung, Berikan Apresiasi kepada Ksatria JNE

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sibolga Riza Putra menyampaikan, meskipun kondisi global masih dibayangi konflik geopolitik dan tekanan nilai tukar, wilayah Sumatera tetap memiliki peluang ekonomi positif melalui sektor ekspor komoditas seperti CPO dan batu bara.

Di sisi lain, Direktur Utama PT Bank Sumut (Perseroda) Heru Mardiansyah melaporkan percepatan digitalisasi layanan keuangan di Tapsel yang kini telah menjangkau seluruh OPD, Kecamatan, Desa, hingga ratusan sekolah.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemkab Tapsel dan PT Bank Sumut sebagai bentuk penguatan kerja sama pengelolaan keuangan daerah, peningkatan layanan Perbankan, serta dukungan terhadap program pembangunan ekonomi daerah.

High Level Meeting TPID dan TP2DD tersebut turut dihadiri Sekda Tapsel H. Sofyan Adil Siregar, unsur Forkopimda, para asisten, staf ahli bupati, pimpinan OPD, camat, OJK, pimpinan Perbankan, akademisi, pelaku usaha, serta para pemangku kepentingan ekonomi se-Tapsel, baik secara langsung maupun daring.(Wan)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya