Wartalive.co.id – Kabar kurang sedap bagi para petani cabai datang dari Pasar Tradisional Sigalangan, Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan. Harga komoditas cabai merah dilaporkan mengalami penurunan drastis (anjlok) hingga menyentuh angka Rp20.000 per kilogram
Berdasarkan pantauan di lokasi pada hari pasar tepatnya jum’at (03/04), tumpukan cabai merah tampak melimpah di lapak-lapak pedagang yang beralaskan terpal plastik di bawah naungan tenda biru. Para pedagang mengaku penurunan harga ini sudah terjadi dalam beberapa waktu terakhir
Hannum, Salah seorang pedagang di Pasar Sigalangan menyebutkan bahwa sebelumnya harga cabai merah sempat bertahan di level yang jauh lebih tinggi. “Sekarang turun jauh, cuma Rp20 ribu sekilo. Pasokan lagi banyak, tapi pembeli standar saja,” Ungkapnya di sela-sela melayani pembeli.
Baca Juga : Tim Seleksi Mulai Jaring Calon Komisioner KI Sumut Periode 2026-2030
Melimpahnya stok cabai di tingkat petani lokal diduga menjadi pemicu utama merosotnya harga di pasar tradisional tersebut. Selain cabai merah, beberapa komoditas sayuran lainnya seperti tomat, bawang merah, dan sayuran hijau juga tampak memenuhi pasar, namun cabai merah menjadi yang paling signifikan penurunannya
Kondisi ini bak dua sisi mata uang:
- ​Bagi Konsumen: Penurunan harga ini tentu disambut baik oleh ibu rumah tangga karena dapat menekan biaya belanja dapur.
- ​Bagi Petani: Harga Rp20.000 per kg dinilai sangat mepet dengan biaya operasional, mulai dari perawatan, pupuk, hingga upah petik, sehingga petani terancam mengalami kerugian atau hanya balik modal
Meski harga komoditas unggulan sedang turun, aktivitas di Pasar Sigalangan tetap terlihat sibuk. Warga dari berbagai desa sekitar berdatangan untuk memenuhi kebutuhan pokok mingguan. Para pedagang berharap harga dapat kembali stabil di angka yang saling menguntungkan, baik bagi petani maupun konsumen, agar roda ekonomi di Tapanuli Selatan tetap berputar sehat. (Asrif)

