Tuesday, October 13, 2026

Hari Ibu, Makna Perjuangan dan Kasih Sayang yang Tak Tergantikan

Baca Juga

Wartalive.co.id — Hari Ibu yang diperingati setiap 22 Desember menjadi momentum untuk mengenang peran dan perjuangan ibu serta kontribusi perempuan dalam kehidupan keluarga dan pembangunan bangsa, (23/12/2025)

Peringatan Hari Ibu yang jatuh setiap 22 Desember menjadi momentum penting untuk mengenang peran dan perjuangan ibu dalam kehidupan keluarga maupun masyarakat. Di balik peringatan tersebut, tersimpan makna mendalam tentang pengorbanan, kasih sayang, serta ketangguhan seorang ibu dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

- Advertisement -

Hari Ibu di Indonesia berawal dari Kongres Perempuan Indonesia pertama pada 22 Desember 1928 di Yogyakarta, yang menjadi tonggak perjuangan perempuan dalam menyuarakan persatuan dan peran perempuan dalam pembangunan bangsa. Pemerintah kemudian menetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Ibu Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959.

Baca Juga : Pastikan Kepastian Hukum Tanah, Kantah Labuhanbatu Lakukan Penelitian Lapangan

Dalam kehidupan keluarga, ibu dikenal sebagai sosok pendidik pertama bagi anak-anaknya. Nilai moral, etika, dan kasih sayang banyak ditanamkan sejak dini oleh seorang ibu. Selain itu, peran ibu juga semakin luas di tengah masyarakat, mulai dari pekerja, pelaku usaha, hingga penggerak sosial di lingkungan sekitar.

Salah seorang ibu rumah tangga, Kholidah, mengungkapkan bahwa peran ibu saat ini tidaklah ringan. “Menjadi ibu bukan sekadar mengurus rumah, tetapi juga membentuk karakter anak agar tumbuh dengan akhlak yang baik. Di tengah kondisi saat ini, para ibu dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari persoalan ekonomi hingga pengaruh perkembangan teknologi,” ujarnya.

Sementara itu, dari sudut pandang anak, Desi, mengaku peran ibunya sangat besar dalam kehidupannya. “Perjalanan hidup yang saya jalani hingga saat ini tidak terlepas dari doa dan nasihat ibu. Sejak kecil, beliau selalu mengajarkan pentingnya kejujuran dan tanggung jawab. Di momen Hari Ibu ini, saya memberikan hadiah berupa baju dan mukena baru sebagai bentuk rasa terima kasih,” ujarnya.” katanya.

Berbeda dengan Manda, Hari Ibu memiliki makna tersendiri bagi Manda, seorang mahasiswi yang telah kehilangan ibunya beberapa tahun lalu. Setiap Hari Ibu selalu menghadirkan rasa rindu. “Dulu saya belum sepenuhnya memahami besarnya pengorbanan ibu, namun setelah beliau tiada, barulah saya menyadari betapa besar kasih sayangnya. Kini, setiap peringatan Hari Ibu, saya selalu mendoakan dan membacakan Al-Qur’an untuk ibu,” ujarnya.

Di era modern, para ibu dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari peran ganda, tuntutan ekonomi, hingga perubahan sosial yang cepat. Meski demikian, ketangguhan ibu tetap menjadi fondasi penting dalam membangun keluarga yang kuat dan masyarakat yang berdaya.

Peringatan Hari Ibu diharapkan tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi pengingat bagi semua pihak untuk terus menghargai, mendukung, dan menghormati peran ibu dalam setiap aspek kehidupan.(Sry)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya