Tuesday, October 13, 2026

Jakarta Sambut Tahun Baru 2026 dengan Doa, Tanpa Kemeriahan Berlebihan

Baca Juga

Wartalive.co.id — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi meniadakan pesta kembang api pada perayaan malam Tahun Baru 2026. Kebijakan tersebut berlaku secara menyeluruh, baik untuk kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemprov DKI Jakarta maupun acara pergantian tahun yang digelar pihak swasta di seluruh wilayah Ibu Kota, (22/12/2025)

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa keputusan ini merupakan bagian dari pengaturan perayaan Natal dan Tahun Baru di Ibu Kota. Ia menegaskan, seluruh kegiatan pergantian tahun yang memerlukan perizinan tidak diperkenankan menyalakan kembang api. “Untuk perayaan Tahun Baru 2026, baik yang diselenggarakan pemerintah maupun swasta, kami meminta agar tidak ada kembang api di wilayah Jakarta,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (22/12/2025).

- Advertisement -

Larangan tersebut akan diperkuat melalui penerbitan Surat Edaran (SE) yang akan dikeluarkan oleh Sekretaris Daerah DKI Jakarta. Aturan ini mencakup hotel, pusat perbelanjaan, serta lokasi-lokasi keramaian lainnya yang biasa menggelar acara pergantian tahun.

Baca Juga : Hari Ibu, Makna Perjuangan dan Kasih Sayang yang Tak Tergantikan

Selain meniadakan kembang api, Pemprov DKI Jakarta juga menyederhanakan perayaan malam Tahun Baru 2026 dengan mengurangi jumlah titik perayaan. Dari sebelumnya 14 lokasi, kini hanya delapan titik yang diizinkan. Kawasan Monumen Nasional (Monas) diputuskan tidak lagi menjadi pusat perayaan, sementara Bundaran Hotel Indonesia (HI) ditetapkan sebagai lokasi utama.

Menurut Pramono, kebijakan ini diambil sebagai bentuk empati dan kepedulian terhadap masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang tengah menghadapi masa pemulihan akibat bencana alam berupa banjir dan tanah longsor. “Kita ingin menyambut tahun baru dengan lebih banyak doa dan keprihatinan bersama, bukan dengan kemeriahan berlebihan,” katanya.

Meski perayaan dilakukan secara lebih sederhana, Pramono menilai Jakarta tetap perlu menggelar acara pergantian tahun mengingat posisinya sebagai pusat pemerintahan dan perekonomian nasional. Namun, ia mengimbau masyarakat untuk merayakan tahun baru dengan cara yang lebih khidmat.

Pemprov DKI Jakarta juga menegaskan tidak akan melakukan razia terhadap pedagang kembang api. Pendekatan persuasif dinilai lebih tepat agar suasana pergantian tahun tetap aman dan kondusif. Meski demikian, Pramono mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan tidak menyalakan kembang api secara berlebihan.

Lihat Juga : Pastikan Kepastian Hukum Tanah, Kantah Labuhanbatu Lakukan Penelitian Lapangan

Sebagai alternatif, Pemprov DKI menyiapkan rangkaian kegiatan lain seperti doa bersama lintas agama, pertunjukan musik, video mapping, serta atraksi drone di sejumlah titik perayaan. Dengan konsep tersebut, Pemprov berharap esensi pergantian tahun tetap terasa meski tanpa pesta kembang api.(Sry)

Warta Terbaru

Bupati Labusel Lepas Funy Run BKPRMI, Lanjutkan Olahraga Bersama Masyarakat

Wartalive co.id, LABUHANBATU SELATAN --- Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel), Fery Sahputra Simatupang, melepas peserta Funy Run yang diselenggarakan oleh...

Artikel Menarik Lainnya