Tuesday, October 13, 2026

Hujan Pagi, Panas Siang: Cuaca Medan Tak Menentu, Ojol Kelimpungan

Baca Juga

Wartalive.co.id – Kondisi cuaca di Kota Medan belakangan ini menunjukkan perubahan yang sangat drastis dan sulit diprediksi. Fenomena transisi cuaca yang berlangsung singkat ini menciptakan tantangan tersendiri bagi warga, terutama mereka yang banyak menghabiskan waktu di luar ruangan untuk mencari nafkah.

Pada Senin (13/4), sejak pagi hari, wilayah Kota Medan diguyur hujan dengan intensitas yang sangat deras. Guyuran air langit ini sempat membuat arus lalu lintas melambat dan genangan air muncul di beberapa titik rendah di sudut kota, memaksa warga untuk mengenakan perlengkapan pelindung hujan.

- Advertisement -

Namun, suasana basah dan dingin tersebut tidak bertahan lama. Berselang beberapa jam setelah hujan mereda, awan mendung mendadak hilang dan digantikan oleh paparan sinar matahari yang sangat menyengat. Suhu udara melonjak drastis, mengubah kelembapan sisa hujan menjadi hawa panas yang menyesakkan.

Baca Juga : DEMA UIN Syahada Padangsidimpuan Bedah Konflik Iran–AS–Israel, Ratusan Mahasiswa Antusias

Kondisi cuaca yang “bermuka dua” ini sangat dirasakan dampaknya oleh para pengemudi ojek online (ojol). Sebagai pekerja yang bergantung sepenuhnya pada kondisi di jalanan, perubahan suhu yang ekstrem dalam waktu singkat menjadi tantangan fisik yang cukup berat bagi mereka setiap harinya.

Hafis, salah satu pengemudi ojek online yang sedang mangkal di kawasan pusat kota, mengungkapkan keluh kesahnya mengenai situasi ini. Ia merasa tubuhnya harus bekerja ekstra keras untuk beradaptasi dengan perubahan suhu yang terjadi begitu cepat dari dingin ke panas.

“Akhir-akhir ini cuaca di Medan memang tidak menentu, benar-benar tidak bisa diprediksi. Semalam, pagi-pagi sudah hujan deras sekali. Setelah hujan berhenti, langsung panas terik,” ujar Hafis saat ditemui di sela-sela waktu istirahatnya.

Hafis menambahkan bahwa ketidakpastian ini membuatnya harus selalu bersiaga dengan jaket dan jas hujan secara bergantian. Menurutnya, transisi dari basah kuyup ke panas menyengat sangat terasa menguras energi bagi para ojol yang hidup dan mencari makan di jalanan.

Situasi cuaca yang tidak menentu ini diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat diimbau untuk menjaga kondisi kesehatan dan tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak yang dapat memicu menurunnya imunitas tubuh di tengah aktivitas luar ruang.(febrian)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya