Wartalive.co.id – Aula Gedung Terpadu UIN Syahada Padang Sidimpuan menjadi saksi antusiasme ratusan mahasiswa dalam mendalami isu internasional. Pada Sabtu (11/4/2026), Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) sukses menyelenggarakan seminar nasional bertajuk “Membangun Perspektif Mahasiswa Dalam Menyikapi Konflik Iran, Amerika, dan Israel.”
Ketua Panitia, Jefri Rusadi, melaporkan bahwa agenda ini dihadiri oleh sekitar 200 peserta. Menariknya, forum ini tidak hanya menarik minat internal UIN Syahada, tetapi juga mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi lain di Kota Padang Sidimpuan.
Presiden Mahasiswa, Sumber Rezeki Harahap, menegaskan bahwa seminar ini adalah langkah konkret untuk memperluas cakrawala berpikir mahasiswa.
Baca Juga : Kurang 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Curanmor di Sorkam
”Sebagai mahasiswa, kita perlu memiliki landasan ilmu yang kuat dalam melihat konflik global yang sedang hangat ini. Kehadiran narasumber di sini adalah kunci untuk memperdalam pemahaman kita,” jelas Sumber
Meskipun direncanakan menghadirkan dua tokoh, acara tetap berjalan bobot dengan kehadiran Rahmat Timbul Halomoan Lubis, S.Pdi (Wakil Ketua ISNU Sumut) sebagai pemateri tunggal, menggantikan Kapolres Padang Sidimpuan yang sedang bertugas di luar kota
Kepala Bagian Umum dan Akademik, H. Ratonggi Hasibuan, MA, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Beliau menyoroti betapa isu konflik Timur Tengah telah menjadi konsumsi publik di berbagai lapisan usia, bahkan seringkali memicu reaksi emosional di tengah masyarakat lokal
Membuka acara secara resmi, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Dr. Ikhwanuddin Harahap, MA, menitipkan dua pesan penting bagi para aktivis DEMA:
- Dokumentasi Strategis: Mengingat status UIN Syahada yang telah mengantongi Akreditasi Unggul dari BAN-PT, setiap kegiatan produktif wajib dicatat dan dilaporkan sebagai penguat portofolio kampus.
- Nilai Tambah Lulusan: Mahasiswa didorong untuk aktif mengumpulkan sertifikat dan dokumen penunjang dari seminar seperti ini agar memiliki daya saing lebih setelah lulus nanti
”Jadilah mahasiswa yang aktif. Kegiatan di luar jam kuliah seperti ini akan menjadi nilai tambah yang sangat berharga di masa depan,” tutup Dr. Ikhwanuddin (Asrif)

