Monday, October 12, 2026

Ini Pengalaman Masyarakat Medan Naik Bus Listrik

Baca Juga

Wartalive.co.id – Pada sore hari Selasa, 27 Mei, matahari bersinar dengan terik. Nisa Yustia, seorang pelajar dari SMK Negeri 1, berada di depan kantor Wali Kota Medan. Remaja tersebut sedang menunggu kedatangan Bus Listrik Medan di Halte 19 yang terletak di depan kantor Wali Kota, untuk kemudian melanjutkan perjalanannya ke Halte Lapangan Merdeka dan selanjutnya menuju Halte Padang II di Jalan Letda Sujono.

“Di Halte Padang II, ayah sudah menunggu untuk menjemput saya pulang ke rumah kami di Lau Dendang,” ucap Nisa yang sudah sepekan lebih melaksanakan praktik kerja lapangan (PKL) di Bagian Kerjasama Setdako Medan.

- Advertisement -

Sebagai perbandingan, ketika melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Kantor Wali Kota Medan, ayahnya mengantarnya hingga Halte Padang II, setelah itu ia melanjutkan perjalanan dengan menggunakan bus listrik menuju Lapangan Merdeka. “Pada pagi hari, saya berjalan dari Lapangan Merdeka menuju kantor Wali Kota. Namun, saat pulang, saya berangkat dari Halte 19 di Kantor Wali Kota menuju Lapangan Merdeka dan kemudian melanjutkan perjalanan ke Halte Padang II. Untuk perjalanan ini, saya hanya perlu membayar sekali,” jelasnya.

Baca Juga : Karutan Deklarasikan Berantas Narkoba Kepada Seluruh Petugas Rutan Tarutung

Nisa menyatakan bahwa ia merasa nyaman saat menggunakan Bus Listrik Medan. Hal ini disebabkan oleh adanya pendingin udara yang berfungsi dengan baik di dalam bus tersebut. Selain itu, aroma yang tercium di dalam bus juga wangi dan segar.

“Selain nyaman, waktu tibanya juga tepat. Kita pun bisa memantau keberadaan bus melalui aplikasi,” ucap pelajar Kelas XII itu. 

Seorang siswa dari Jurusan Akuntansi Keuangan di lembaga ini menyatakan bahwa penggunaan Bus Listrik Medan lebih ekonomis dibandingkan dengan biaya transportasi umum. Sebagai seorang pelajar, ia hanya dikenakan tarif sebesar Rp3.000 untuk setiap perjalanan. Sebaliknya, jika ia menggunakan angkutan umum, ia harus mengeluarkan biaya sebesar Rp7.000.

“Jadi kalau pulang balik naik angkutan umum empatbelas ribu rupiah, sedangkan naik bus listrik enam ribu. Lebih menguntungkan naik bus listrik. Hampir limapuluh persen,” ungkapnya seraya mengaku untuk mendapat potongan harga sebagai pelajar dia mengurus dan mendapat kartu dari Dinas Perhubungan Medan.

Selain memberikan kenyamanan dan efisiensi biaya, Nisa juga merasakan tingkat keamanan yang tinggi saat menggunakan Bus Listrik Medan. Ia berpendapat bahwa hanya penumpang yang diperbolehkan masuk ke dalam bus listrik tersebut. Di samping itu, bus ini hanya berhenti di halte-halte yang telah ditetapkan.


Infrasko Purba, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kota Medan, merasakan manfaat dari keberadaan bus listrik di Medan. Pegawai yang berdomisili di daerah Amplas ini menyatakan bahwa kehadiran bus listrik sangat memudahkan aktivitasnya.

“Apalagi di Hari Selasa ini. PNS Pemko Medan yang tidak diperbolehkan membawa kendaraan ke kantor Wali Kota Medan bisa menggunakan bus listrik,” ucap pegawai Inspektorat Kota Medan itu. 

Lihat Juga : Titiek Sugiharti Pantau Pelayanan Posyandu di Langkat

Dia menyatakan bahwa sejak diperkenalkannya bus listrik, ia selalu memanfaatkan moda transportasi massal yang modern tersebut. Sebelumnya, ia pergi ke kantor dengan menggunakan sepeda motor.

“Nyaman kita naik bus listrik. Pakai AC, kebersihan terjaga. Juga dari sisi harga sangat terjangkau. Rp5.000 sekali perjalanan. Bagi kita sangat terbantu,” ucapnya seraya mengatakan, dia tidak perlu capek lagi mengendarai sepeda motor untuk  ke kantor. (Islino)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya