Monday, October 12, 2026

Inovasi Tanggul Sedimen di Tapanuli Tengah Tuai Pujian Mendagri

Baca Juga

Wartalive.co.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi antara Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, dan Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu. Pujian ini dilontarkan atas keberhasilan mereka dalam menangani rehabilitasi pascabencana melalui pemanfaatan material alam di Kecamatan Tukka.

Tito Karnavian, yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Sumatera, merasa terkesan dengan solusi teknis yang diterapkan di lapangan. Ia menyoroti langkah cerdik pemerintah daerah yang mengubah sedimen sungai menjadi tanggul penahan untuk mencegah luapan air kembali ke pemukiman warga.

- Advertisement -

“Saya salut dengan ide ini, air lancar dan sedimennya dijadikan tanggul. Model seperti ini perlu kita kerjakan bukan cuma di Sumut, tetapi juga di Aceh dan Sumbar,” kata Tito Karnavian, usai meninjau pengerjaan normalisasi sungai di Kecamatan Tukka, Tapteng, Sabtu (24/1/2026).

Baca Juga : Lampu Rem Rakitan Mobil Box di Ring Road Resahkan Pengendara

Kecamatan Tukka, khususnya Kelurahan Hutanabolon, sebelumnya mengalami kerusakan parah akibat terjangan banjir dan tanah longsor pada akhir November 2025. Aliran sungai di wilayah tersebut sempat tersumbat total oleh tumpukan lumpur, batu, dan material kayu, yang memicu air meluap hingga merendam rumah-rumah penduduk.

Sebagai langkah cepat, pemerintah lintas level mulai dari pusat hingga daerah segera melakukan normalisasi sungai agar aktivitas warga kembali pulih. Uniknya, material sisa bencana yang menyumbat sungai tidak dibuang begitu saja, melainkan difungsikan kembali sebagai fondasi tanggul penahan aliran air.

Saat meninjau lokasi pada Sabtu (24/1/2026), Mendagri menyatakan bahwa model penanganan ini sangat efisien dan patut dicontoh. Beliau berencana mendorong skema pemanfaatan sedimen sungai ini untuk diterapkan pada proyek rehabilitasi serupa di wilayah Aceh dan Sumatera Barat yang juga rawan bencana.

Lihat Juga : Dari Klepon hingga Talam, Kue Tradisional Digandrungi Gen Z

Selain fokus pada aliran sungai, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah dan Pemerintah Provinsi Sumut juga membangun jembatan penyeberangan sementara. Jembatan ini memiliki peran vital dalam menghubungkan area tempat tinggal warga dengan lahan pertanian dan perkebunan, sehingga roda ekonomi lokal dapat kembali berputar.

Gubernur Bobby Nasution menegaskan bahwa tanggul sepanjang 10,5 kilometer tersebut nantinya akan dibangun secara permanen. Proyek ini akan melibatkan sinergi dari Kementerian PUPR, TNI, Polri, serta pemerintah daerah guna memastikan keamanan maksimal bagi masyarakat di masa depan. “Sekarang lagi pengerjaan, sungainya statusnya provinsi, tanggul kanan kiri ini nanti akan dipermanenkan bekerja sama dengan Kementerian PUPR, TNI, Polri dan Pemkab Tapteng,” ujar Bobby.(Febrian)

Sumber: Sosial Media Bobbynst

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya