Wartalive.co.id — Kepadatan lalu lintas kembali menyelimuti kawasan Jalan Dr. Mansyur, Medan, (7/5) sore. Pantauan di lapangan menunjukkan antrean panjang kendaraan yang mengular, tepatnya di titik depan gerbang utama kampus Universitas Sumatera Utara (USU). Volume kendaraan yang meningkat tajam membuat laju transportasi di area tersebut melambat signifikan dibandingkan jam-jam biasanya.
Kemacetan ini dipicu oleh pertemuan arus kendaraan dari dua arah utama, yakni dari arah Padang Bulan dan arah Setiabudi. Kedua arus besar ini bertemu di satu titik penyempitan di depan kampus hijau tersebut, mengakibatkan penumpukan yang tidak terhindarkan. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya kendaraan yang keluar masuk dari area kampus maupun pusat perbelanjaan di sekitarnya.
Fenomena kemacetan ini seolah sudah menjadi “makanan sehari-hari” bagi masyarakat yang beraktivitas di sana. Rizky, salah satu pedagang yang sehari-hari berjualan di sekitar area USU, memberikan pandangannya terkait kondisi yang ia saksikan setiap hari. Menurutnya, waktu-waktu tertentu memang menjadi puncak dari kekacauan lalu lintas di jalan tersebut.
Baca Juga : Truk Overload di Ringroad Resahkan Pengguna Jalan
“Kalau di depan USU ini jangan heranlah. Kalau sudah hari biasa, hari kerja atau hari kampus pasti macet kalau sore. Karena menumpuk semua di jalan ini, jadi harus sabarlah,” ujar Rizky saat ditemui di sela-sela kesibukannya melayani pembeli. Ungkapan tersebut menggambarkan betapa maklumnya para pelaku usaha lokal terhadap kondisi lalu lintas yang kian hari kian padat.
Selain volume kendaraan pribadi, keberadaan transportasi umum dan mobilitas mahasiswa juga menjadi faktor penentu. Ribuan mahasiswa dari berbagai instansi pendidikan di sekitar area tersebut tumpah ruah ke jalan secara bersamaan saat jam pulang kuliah. Hal ini menciptakan beban jalan yang melebihi kapasitas normal di ruas Jalan Dr. Mansyur.
Amrul, seorang pengemudi ojek online (ojol) yang sedang menunggu pesanan di pinggir jalan, turut mengeluhkan situasi tersebut. Ia menilai bahwa perilaku pengguna jalan yang kurang sabar semakin memperburuk keadaan, terutama angkutan kota yang seringkali berhenti sembarangan atau mencoba mendahului di ruang yang sempit.
“Kalau sore sudah biasa macet di sini. Anak USU, Polmed, orang pulang kerja semua lewat sini. Belum lagi angkot-angkot tidak sabaran mau motong aja. Karena orang pulang kerja kebanyakan lewat sini, atau Padang Bulan. Tapi sama saja, mau lewat USU atau Padang Bulan sama-sama macet,” tutur Amrul.(febrian)

