Wartalive.co.id – Upaya pemulihan infrastruktur pascabencana di Sumatera Utara menunjukkan progres signifikan. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan ratusan titik longsor, jalan putus, hingga jembatan rusak akibat banjir dan longsor di 12 kabupaten/kota telah berhasil ditangani (07/01/2026)
Kementerian PU mencatat seluruh 263 titik longsoran tebing telah tertangani. Selain itu, 14 titik jalan putus kembali fungsional, 65 titik jalan amblas telah diperbaiki, tujuh jembatan putus atau rusak sudah dapat digunakan, serta 28 titik genangan banjir dinyatakan surut.
Pemulihan akses transportasi ini dinilai krusial untuk memastikan mobilitas warga dan kelancaran distribusi logistik, khususnya di wilayah yang sebelumnya terisolasi akibat bencana.
Baca Juga : Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas Sawit Ilegal, 4 Juta Hektare Disita
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa keselamatan pengguna jalan menjadi fokus utama dalam setiap tahap penanganan.
“Kami bergerak cepat agar akses logistik dan mobilitas masyarakat segera pulih. Namun, setiap pekerjaan tetap memperhatikan kondisi lapangan dan stabilitas lereng,” ujarnya.
Meski sebagian besar ruas telah kembali berfungsi, satu segmen jalan masih belum dapat dilalui, yakni ruas Simpang Rampa–Sibolga via Batu Lubang. Ruas ini terdampak longsoran di lima titik dengan kondisi tanah yang masih labil, sehingga penanganan darurat belum memungkinkan dilakukan. Kementerian PU pun merencanakan penanganan permanen melalui pengalihan trase jalan.
Sebagai solusi sementara, pengguna jalan dari Tarutung menuju Sibolga diarahkan melalui jalur Tarutung–Rampa–Poriaha dengan pembatasan khusus untuk kendaraan kecil. Sementara itu, koridor Tarutung–Sipirok sepanjang 68 kilometer telah kembali terhubung penuh, meski pekerjaan penyempurnaan jalan sementara dan detour masih berlangsung.
Di sisi lain, koridor Batangtoru–Singkuang kini dapat dilalui kendaraan ringan. Namun, ruas tersebut masih membutuhkan penimbunan lanjutan dan pemadatan agregat akibat cuaca yang kerap diguyur hujan.
Kementerian PU juga telah merampungkan pemasangan jembatan bailey di ruas Sibolga–Batangtoru, masing-masing bentang 33 meter di Jembatan Aek Garoga 2 dan 44 meter di Sungai Garoga 3. Dengan selesainya pekerjaan ini, akses menuju Kota Sibolga kembali terbuka melalui sejumlah jalur nasional dan provinsi, meski sebagian masih diberlakukan pembatasan kendaraan kecil.
Berdasarkan pendataan, kerusakan terbanyak terjadi di jalur Batas Kota Tarutung–Batas Kabupaten Tapanuli Tengah–Sibolga dengan 176 titik, disusul ruas Tarutung–Sipirok sebanyak 55 titik. Dari total 23 lokasi jalan putus, 17 di antaranya telah difungsikan kembali, sementara satu titik di Jembatan Aek Puli B tidak ditangani karena telah tersedia jembatan duplikasi.
Lihat Juga : Angkot Ugal-ugalan di Simpang Sei Sekambing Kian Meresahkan
Untuk mempercepat pemulihan, Kementerian PU mengerahkan 137 unit alat berat yang terdiri dari excavator, loader, dozer, vibro roller, motor grader, dump truck, hingga truk angkut material.
Kementerian PU memastikan pemantauan dan penanganan lanjutan akan terus dilakukan hingga seluruh jaringan jalan dan jembatan di Sumatera Utara benar-benar aman, fungsional, dan andal bagi masyarakat.(Sry)
Sumber: MitraPol

