Wartalive.co.id – Aksi demonstrasi memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day di Kota Padangsidimpuan digambarkan berubah ricuh dalam simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota), yang digelar Polres Padangsidimpuan di Stadion H.M. Nurdin, Kamis (30/4/2026).
Dalam simulasi tersebut, aparat kepolisian memperagakan skenario penanganan unjuk rasa besar-besaran yang berujung anarkis hingga memaksa pejabat daerah dievakuasi dan sejumlah ritel dijarah massa.
Kegiatan dipimpin langsung Kapolres Padangsidimpuan AKBP Dr. Wira Prayatna dan melibatkan personel Polres Padangsidimpuan bersama Batalyon C Satuan Brimob Polda Sumut.
Turut hadir wali Kota Padangsidimpuan diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Rahmat Marzuki, unsur Forkopimda, TNI, Kejaksaan, KPU, Lapas Kelas II B Padangsidimpuan, serta para pejabat utama Polres Padangsidimpuan.
Dalam skenario yang diperagakan, ribuan massa aksi bergerak menuju Kantor Wali Kota dan DPRD Kota Padangsidimpuan untuk menyampaikan tuntutan.
Awalnya aksi berlangsung tertib dengan orasi dan pembentangan spanduk. Namun situasi berubah memanas ketika massa mulai memaksa masuk ke kantor pemerintahan.
Baca Juga : SMGP Salurkan Bibit Ikan Mas, Dukung Lubuk Larangan di Purba Baru
Massa yang tidak puas karena tuntutannya tidak langsung diterima kemudian melakukan aksi dorong dengan petugas Dalmas.
Kericuhan semakin meningkat saat massa melakukan pelemparan benda keras, membakar ban bekas, hingga menjebol pagar Kantor Wali Kota dan Kantor DPRD Kota Padangsidimpuan.
Pasukan Dalmas Lanjut diterjunkan untuk melakukan pendorongan, penyemprotan water cannon dan penembakan gas air mata guna membubarkan massa.
Dalam simulasi situasi merah, massa digambarkan semakin brutal dengan membawa senjata tajam dan melempar bom molotov ke arah petugas serta Kantor Wali Kota dan gedung DPRD.
Akibat situasi yang semakin tidak terkendali, tim escape Brimob melakukan evakuasi terhadap pejabat daerah dan pimpinan DPRD Kota Padangsidimpuan ke lokasi aman atau safe house.
Tak hanya itu, simulasi juga memperagakan aksi penjarahan ritel modern yang dilakukan kelompok massa provokator di tengah kerusuhan.
Berdasarkan laporan masyarakat melalui Call Center 110, personel kepolisian langsung diterjunkan untuk melakukan penindakan terhadap pelaku penjarahan dan pengrusakan fasilitas umum.
Usai simulasi, Kapolres Padangsidimpuan AKBP Dr. Wira Prayatna mengatakan simulasi Sispamkota digelar untuk memastikan kesiapan personel dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan, khususnya saat pengamanan aksi massa berskala besar.
“ Seluruh personel harus memahami tahapan pengendalian massa, tetap humanis, namun tegas dalam menghadapi situasi yang mengancam keamanan masyarakat, ” ujar Kapolres.
Terpisah, Wali Kota Padangsidimpuan melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Rahmat Marzuki Nasution, menyampaikan dukungan Pemerintah Kota (Pemko) terhadap pelaksanaan simulasi tersebut sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“ Pemko Padangsidimpuan mendukung program pihak kepolisian dalam rangka pengamanan di Kota Padangsidimpuan, ” katanya
Ia juga mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat maupun organisasi kemasyarakatan agar menyampaikan aspirasi secara damai tanpa tindakan anarkis, sehingga situasi kamtibmas tetap kondusif.
” Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan dan masyarakat semakin kuat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di Kota Padangsidimpuan, ” tuturnya. (Lds)

