Wartalive.co.id – Kondisi arus lalu lintas di kawasan Simpang Pemda, Kota Medan, kembali mengalami kemacetan parah pada Selasa (27/01) malam. Berdasarkan pantauan di lokasi, antrean kendaraan mengular cukup panjang yang datang dari arah Jalan Ring Road menuju arah Simpang Pemda. Fenomena ini seolah menjadi “menu wajib” bagi para pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut setiap harinya.
Kemacetan ini dilaporkan mulai terjadi secara rutin saat memasuki waktu malam, tepatnya sekitar pukul 20.00 WIB. Volume kendaraan yang meningkat secara signifikan pada jam-jam istirahat warga membuat persimpangan ini menjadi titik jenuh. Kurangnya kesadaran pengendara untuk tertib berlalu lintas serta durasi lampu jalan yang tidak sebanding dengan volume kendaraan memperburuk kondisi di lapangan.
Selain karena volume kendaraan pribadi yang meningkat, situasi diperburuk oleh banyaknya mobil yang parkir sembarangan di pinggir jalan. Keberadaan parkir liar ini memakan badan jalan, sehingga ruang gerak kendaraan lain menjadi sangat terbatas dan memicu penyempitan arus.
Baca Juga : Dua Bulan Pascabencana, Empat Desa di Tukka Masih Terisolasi
Kondisi tersebut kian parah dengan banyaknya truk bermuatan besar yang melintasi jalan tersebut pada jam yang sama. Truk-truk ini memiliki dimensi yang lebar dan akselerasi yang lambat, sehingga sering kali menghambat laju kendaraan kecil di belakangnya. Pertemuan antara kendaraan yang parkir di bahu jalan dengan truk-truk besar ini menciptakan titik jenuh yang sulit terurai hingga larut malam.
Situasi ini turut dikonfirmasi oleh Rebecca, seorang mahasiswi Universitas Katolik (Unika) Santo Thomas yang tinggal di sebuah rumah kos di sekitar kawasan tersebut. Menurut pengamatannya, kemacetan di jalan tersebut bisa dikatakan terjadi hampir setiap hari tanpa mengenal hari libur. Rebecca sering menyaksikan kepadatan ini secara langsung setiap kali ia melangkah keluar untuk beraktivitas di malam hari.
“Bisa dibilang tiap hari macet di sini. Karena kebetulan setiap saya ingin membeli makan malam di depan, kondisi jalannya pasti sudah padat dan merayap,” ujar Rebecca saat diwawancarai di sekitar lokasi kejadian. Baginya, pemandangan kendaraan yang sulit bergerak sudah menjadi bagian dari rutinitas malam yang ia lihat di sekitar tempat tinggalnya.
Lebih lanjut, Rebecca mengungkapkan bahwa dampak kemacetan ini tidak hanya dirasakan oleh para pengguna jalan, tetapi juga sangat mengganggu kenyamanan warga sekitar. Ia mengeluhkan banyaknya pengendara yang tidak sabar dan terus-menerus membunyikan klakson dengan durasi yang panjang. Suara bising tersebut menciptakan suara yang sangat mengganggu ketenangan penduduk setempat.
Lihat Juga : Arahan Polisi Diabaikan, Parkir Liar Kembali Kuasai Simpang Tasbih Medan
Meskipun letak kamar kos Rebecca berada di dalam gang dan tidak langsung bersentuhan dengan pinggir jalan raya, suara bising klakson tersebut nyatanya tetap menembus hingga ke dalam kamarnya. “Suaranya sampai masuk ke kos, padahal posisi kos saya sudah masuk ke dalam gang. Cukup mengganggu sebetulnya, cuma mau gimana lagi” keluhnya.
Masyarakat berharap pihak Dinas Perhubungan atau kepolisian setempat dapat memberikan perhatian lebih terhadap titik kemacetan di Simpang Pemda ini. Diperlukan penempatan personel atau pengaturan durasi lampu lalu lintas yang lebih efektif agar keresahan warga seperti yang dirasakan Rebecca dan para pengemudi ojol dapat segera teratasi.(Febrian)

