Tuesday, October 13, 2026

Kolaborasi PTAR dan YDBA Perkuat Ekonomi Rakyat Melalui Pembinaan UMKM

Baca Juga

Wartalive.co.id – Menjelang akhir operasionalnya, PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, mengambil langkah cepat untuk mempersiapkan masa depan masyarakat di sekitar tambang. Salah satu strategi yang diterapkan adalah menjalin kerjasama dengan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) untuk mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.

Program yang diberi nama “Kick Off Project Pembinaan UMKM PTAR-YDBA” secara resmi diluncurkan di Sopo Daganak, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, pada Senin, 9 Juni 2025. Dalam tahap awal inisiatif ini, sebanyak 30 pelaku UMKM lokal terlibat sebagai peserta.

- Advertisement -

Acara ini menjadi simbol komitmen PTAR untuk menciptakan ekosistem ekonomi baru yang mandiri dan kompetitif, terutama dalam menghadapi masa transisi setelah penutupan tambang.

Baca Juga : Pengedar Sabu di Medan Maimun Berhasil Diamankan Polisi

“UMKM adalah motor penggerak ekonomi terbesar di Indonesia. Karena itu, kami jadikan mereka bagian dari strategi keberlanjutan kami dengan pendekatan ESG (Environmental, Social, and Governance),” ujar Rahmat Lubis, General Manager & Deputy Director Operations PTAR.

Rahmat mengungkapkan bahwa saat ini, PTAR memiliki sekitar 3.500 karyawan, yang terdiri dari 1.000 karyawan tetap dan 2.500 karyawan yang bekerja sama dengan mitra kontraktor. Ia juga menambahkan bahwa penutupan tambang diprediksi akan memberikan dampak yang besar terhadap ketersediaan lapangan pekerjaan.

“Melalui pembinaan UMKM, kami berharap dapat menciptakan alternatif sumber penghidupan baru bagi masyarakat,” tambahnya.

Program ini adalah salah satu elemen dari skema Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang dijalankan oleh PTAR. Fokusnya tidak hanya pada aspek ekonomi, tetapi juga berupaya menciptakan warisan sosial yang kokoh dan berkelanjutan.

Sejalan dengan visi PTAR, Agung K Sampurno, perwakilan dari YDBA, menegaskan komitmen lembaganya untuk terus mendukung pengembangan UMKM agar dapat beroperasi dengan lebih profesional dan bersaing di pasar.

“Sejak 1980, YDBA hadir membina UMKM. Pendampingan kami mencakup manajemen usaha, peningkatan kualitas produk, pelatihan keuangan, hingga akses pasar,” ungkap Agung.

Ia juga menegaskan bahwa kolaborasi antar sektor semacam ini merupakan faktor penting untuk mempercepat pertumbuhan UMKM dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal.

Novita Sari Wahyuni, selaku Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi UKM Tapanuli Selatan, memberikan sambutan yang hangat terhadap kolaborasi antara PTAR dan YDBA. Menurutnya, program ini sejalan dengan visi daerah yang bertujuan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan.

“Kolaborasi ini tidak hanya soal pembinaan usaha, tetapi juga soal menata ulang struktur ekonomi lokal pasca tambang,” katanya.

Novita juga berupaya untuk mengoptimalkan Koperasi Merah Putih, yang berfungsi sebagai sarana kolektif bagi UMKM dalam memperoleh akses permodalan. Selain itu, ia berfokus pada penguatan daya saing dan pengembangan kelembagaan ekonomi yang bersifat inklusif.

Rukiyah Galingging, seorang peserta program berusia 30 tahun dan pemilik usaha R2Cake yang berasal dari Desa Muara Huta Raja, menceritakan pengalamannya. Sejak bulan Agustus 2024, ia mulai mengembangkan usaha pastry dan bakery yang dijalankannya dari dapur rumah, dengan pendapatan sekitar Rp1 juta setiap bulannya.

“Sekarang saya dibantu orang tua. Belum bisa menggaji karyawan. Tapi dengan pelatihan dari PTAR dan bantuan mixer, produksi saya meningkat,” ujarnya.

Walaupun Rukiyah masih berhadapan dengan berbagai tantangan, termasuk kesulitan dalam memperoleh bahan baku yang berkualitas, ia tetap memelihara sikap optimis.

Lihat Juga : Nekat Curi Mesin Pompa Air Demi Judol, Polsek Binjai Kota Amankan Pelaku

Acara ini dihadiri oleh sejumlah pihak, di antaranya Senior Manager Community PTAR, Christine Pepah, Kepala Dinas Perindustrian Tapanuli Selatan, Zulfahmi, Camat Batang Toru, Mara Tinggi, serta Danramil 01/Batang Toru, Kapten Inf H. Sirait.

Dengan program ini, PTAR dan YDBA berkomitmen untuk tidak hanya mengembangkan usaha, tetapi juga menanamkan harapan untuk masa depan yang lebih mandiri dan bermartabat bagi masyarakat Tapanuli Selatan setelah kegiatan pertambangan berakhir.(Tamrin)

Warta Terbaru

Bupati Labusel Lepas Funy Run BKPRMI, Lanjutkan Olahraga Bersama Masyarakat

Wartalive co.id, LABUHANBATU SELATAN --- Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel), Fery Sahputra Simatupang, melepas peserta Funy Run yang diselenggarakan oleh...

Artikel Menarik Lainnya