Wartalive.co.id – Longsor tanah yang terjadi di ruas jalan Padang Laru, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal, menyebabkan akses transportasi warga terganggu, (5/5/2026)
Material tanah dan lumpur yang menutup badan jalan membuat kendaraan hanya bisa melintas secara bergantian, sehingga antrean panjang terjadi sejak siang hari.
Pantauan di lokasi, puluhan pengendara sepeda motor terlihat mengantre menunggu giliran melintas. Kondisi jalan yang sempit dan licin membuat proses melintas harus ekstra hati-hati. Sejumlah warga bahkan turun tangan membantu pengendara agar tidak terjatuh saat melewati jalur berlumpur.
Seorang warga menyebut kondisi ini bukan kali pertama terjadi. Setiap kali hujan turun dengan intensitas tinggi, titik tersebut kerap mengalami longsor.
“Kalau hujan deras sedikit saja, di sini pasti longsor. Sudah sering terjadi, tapi sampai sekarang belum ada penanganan permanen,” ujar seorang warga di lokasi.
Baca Juga : Parlo Boxing Ramaikan Malam Minggu di Madina, Gaungkan Semangat Anti-Narkoba
Warga lainnya juga mengeluhkan kondisi jalan yang semakin parah dan membahayakan. “Kami sudah terbiasa antre kalau lewat sini. Jalannya licin dan sempit, jadi harus bergantian,” katanya.
Selain menghambat aktivitas masyarakat, longsor ini turut mengganggu distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok warga. Jalan Padang Laru diketahui merupakan akses vital penghubung antar desa di wilayah tersebut.
Pada malam harinya, warga bersama pihak terkait mulai melakukan pembersihan material longsor secara manual. Dengan menggunakan alat seadanya dan bantuan penerangan senter, mereka berupaya membuka kembali akses jalan agar dapat dilalui dengan lebih aman.
Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk melakukan penanganan lanjutan serta perbaikan jalan secara menyeluruh. Mereka juga meminta adanya solusi permanen, seperti pembangunan drainase atau penahan tanah, agar kejadian longsor tidak terus berulang setiap musim hujan.(Sry)

