Wednesday, October 14, 2026

Muhammad Syahrir : Jurnalis Digital Harus Mengutamakan Akurasi dan Integritas

Baca Juga

Wartalive.co.id – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) sukses menyelenggarakan pelatihan jurnalistik yang bertema ‘Peningkatan Kualitas Jurnalis PWI Tabagsel di Era Digitalisasi’, yang berlangsung di Hotel Mega Permata, Kota Padangsidimpuan, Sabtu (16/11/2024).

Pelatihan jurnalistik ini diikuti seluruh anggota PWI Tabagsel dan dibuka secara resmi oleh Ketua PWI Sumut Farianda Putra Sinik, diwakili Sekretaris PWI Sumut SR Hamonangan Panggabean, menghadirkan pembicara utama, Komisioner KPID Sumut Muhammad Syahrir, Sekretaris PWI Sumut SR Hamonangan Panggabean, dan akademisi Dr. Icol Dianto, M.Kom.I, dengan moderator Hairul Iman Hasibuan, dari PWI Tabagsel. 

- Advertisement -

Ketua Panitia, Ahmad Cerem Meha, ST, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya acara dan kami merasa sangat terhormat dapat menyelenggarakan kegiatan yang sangat penting ini, yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme jurnalis di wilayah Tabagsel.

Baca Juga : Anggota DPR RI Andar Amin Ajak Masyarakat Padangsidimpuan Wujudkan Pilkada Berkualitas

” Kami berharap, setelah mengikuti pelatihan ini, setiap peserta dapat lebih siap menghadapi tantangan di dunia jurnalistik yang terus berkembang, serta lebih percaya diri dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas karya jurnalistik kita, ” ujarnya.

Ketua PWI Tabagsel, Kodir Pohan, S.Sos., dalam sambutannya menegaskan pentingnya pelatihan ini sebagai respons atas tantangan dan peluang di era digital.

” Kami ingin seluruh peserta mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan terus meningkatkan kompetensi untuk menyajikan karya jurnalistik yang berkualitas, ” ucap Kodir.

Sementara Ketua PWI Sumut Farianda Putra Sinik, diwakili Sekretaris PWI Sumut SR Hamonangan fakam sambutannya menyampaikan, sebagai organisasi profesi, PWI memiliki komitmen yang kuat untuk terus mendukung pengembangan kualitas jurnalis, tidak hanya dari sisi keterampilan teknis dalam menulis, tetapi juga dalam menjaga integritas dan profesionalisme. 

” Kami menyadari bahwa dunia jurnalistik kini berada di tengah transformasi besar, yang dipacu oleh kemajuan teknologi, terutama AI. Oleh karena itu, pelatihan seperti ini sangat penting bagi kita semua, agar kita tidak hanya menjadi saksi perubahan, tetapi juga bagian dari perubahan itu sendiri, ucap Hamonangan.

Ia juga mengapresiasi inisiatif PWI Tabagsel yang mengadakan pelatihan ini, yang tentunya akan memberikan wawasan baru dan memperkaya pengetahuan kita, terutama dalam memanfaatkan teknologi terkini. Seiring dengan itu, kita juga harus terus meningkatkan kualitas diri dan keterampilan, agar dapat menghasilkan karya jurnalistik yang tidak hanya akurat dan terpercaya, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat.

” Saya berharap, melalui pelatihan ini, setiap peserta dapat membawa pulang ilmu yang bermanfaat dan dapat mengaplikasikannya dalam pekerjaan sehari-hari. Mari kita terus berkolaborasi, belajar bersama dan menjadi jurnalis yang tidak hanya cerdas dalam menggunakan teknologi, tetapi juga bijak dalam menjalankan tugas mulia ini, ” ungkapnya.

Usai pembukaan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh narasumber pertama yakni, Dr. Icol Dianto, S.Sos.I., M.Kom.I, yang mengupas tuntas manfaat kecerdasan buatan (AI) bagi dunia jurnalistik. 

Ia menekankan bahwa AI dapat membantu wartawan dalam berbagai aspek, seperti pengumpulan data, analisis mendalam, hingga efisiensi proses penulisan berita.

” Pemanfaatan AI bukan untuk menggantikan jurnalis, tetapi mendukung mereka agar lebih produktif dan kreatif dalam menyajikan informasi berkualitas, ” jelas Dr. Icol.

Sementara narasumber kedua Drs. Muhammad Syahrir, M.I.Kom., berfokus pada peningkatan kualitas jurnalis di era digital. Menurutnya, jurnalis perlu mengasah keterampilan teknis sekaligus mempertahankan integritas dalam menyampaikan berita.

” Era digital menuntut jurnalis tidak hanya cepat, tetapi juga akurat dan bertanggung jawab. Kompetensi ini menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan masyarakat ,” paparnya.

Ia juga mendorong peserta untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan media agar tetap relevan dan profesional.

Sedangkan narasumber ketiga SR Hamonangan Panggabean, yang membahas peran strategis PWI dalam mendukung kesejahteraan dan profesionalisme jurnalis.

Lihat Juga : KPU Tapsel Ajak Warga Pasar Huta Tonga Cek DPT dan Siap Memilih di Pilkada Setentak 2024

” PWI tidak hanya menjadi rumah bagi wartawan, tetapi juga berperan dalam menjaga integritas profesi serta mendorong kolaborasi antar jurnalis,” tegas Hamonangan.

Ia berharap para anggota PWI Tabagsel semakin aktif dalam memanfaatkan program-program organisasi untuk meningkatkan kualitas diri dan komunitas jurnalis.

Pelatihan ini diakhiri dengan sesi diskusi interaktif yang menjadi ajang tanya jawab dan berbagi pengalaman. Para peserta mendapatkan wawasan baru tentang isu-isu terkini dalam dunia jurnalistik, termasuk tantangan dan peluang di era teknologi.(Wan)

Editor : Indra Sikoembang

Warta Terbaru

Syamsul Lubis Ajak Sekolah Budayakan Siaga Bencana, Keselamatan Siswa Jadi Prioritas

Wartalive.co.id, PADANGSIDIMPUAN - Kesiapsiagaan menghadapi bencana di lingkungan pendidikan perlu dibangun secara sistematis dan berkelanjutan. Sekolah tidak cukup hanya menjadi...

Artikel Menarik Lainnya