Tuesday, October 13, 2026

Naik Trail Terjang Lumpur, Bupati Tapsel Jangkau Desa Terisolir

Baca Juga

Wartalive.co.id – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu, menunjukkan kepedulian nyata dengan menyambangi desa terpencil yang terdampak bencana alam meski harus menempuh medan ekstrem, menuju Dusun Lobu Uhom, Desa Panobasan, Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapsel, Minggu (28/12/2025).

Akses jalan yang rusak parah, berlumpur, dan berbatu tidak menyurutkan langkah orang nomor satu di Tapsel tersebut untuk bertemu langsung dengan warga korban bencana.

- Advertisement -

Dalam kunjungan itu, Bupati bersama rombongan terpaksa menggunakan sepeda motor trail untuk menjangkau lokasi desa yang selama ini terisolasi akibat bencana, bahkan perjalanan memakan waktu berjam-jam karena kondisi jalan yang sulit dilalui kendaraan roda empat.

Baca Juga : Diparkir di Depan Warung Tuak, Honda Beat Raib Digondol Maling

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu didampingi Sekretaris Daerah Sofyan Adil, Kepala Desa Panobasan Lombang Nungan Nauli Harahap, serta Kepala Desa Simatohir Juniadi.

Setibanya di lokasi, Bupati meninjau langsung rumah warga, fasilitas umum, serta lahan pertanian yang terdampak bencana.

Bupati juga berdialog dengan masyarakat untuk mendengar keluhan dan kebutuhan mendesak pasca bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut sampai dua kali dalam kurun waktu 3 minggu.

Dalam dialognya bersama warga, Bupati Gus Irawan Pasaribu, meminta warga Dusun Lobu Uhom, untuk bersedia direlokasi ke tempat yang lebih aman, mengingat kondisi pemukiman warga dinilai sudah tidak lagi aman untuk dihuni.

” Sebulan terakhir, wilayah ini sudah dua kali dilanda bencana banjir bandang dan longsor yakni terjadi pada 25 November dan kembali terulang pada 26 Desember 2025 lalu, ” ujar Gus Irawan.

Disebutkannya, waktu kejadian banjir dan longsor 25 November lalu, ada longsoran yang mengenai bangunan sekolah dan beberapa rumah dan kemudian kejadian 26 Desember, wilayah Lobu Uhom terkena banjir bandang lagi dan ada beberapa bagian longsor yang lebih besar dari bencana 25 November yang lalu.

” Bencana susulan yang kedua pada 26 Desember menyebabkan jumlah warga yang harus mengungsi semakin bertambah dan harus diungsikan dari dusun ini ke desa tetangga, yakni Desa Simatohir, sebanyak 157 kepala keluarga (KK), ” terangnya.

Gus Irawan juga menjelaskan, sejak awal pihaknya telah memprediksi bahwa Dusun Lobu Uhom tidak lagi aman untuk dihuni, bahkan sebelum dilakukan kajian oleh Badan Geologi.

“ Dari awal kami sebetulnya melihat kondisi di sini juga, sebelum pun datang badan geologi, sudah memperkirakan memang tidak lagi aman untuk dihuni. Dengan kejadian kemarin, meski tidak ada korban jiwa, masyarakat kita trauma untuk tinggal lagi di dusun ini sehingga kita minta untuk direlokasi 157 KK, ” jelasnya.

Lebih lanjut, Gus Irawan menyebutkan, lokasi terdekat untuk relokasi warga adalah Dusun Aek Rambangan di Desa Simatohir.

” Pemerintah juga berencana mengajukan relokasi untuk dua dusun sekaligus, yakni Dusun Lobu Uhom dan Dusun Aek Rambangan, ” tuturnya

Lihat Juga : Operasi Lilin Toba 2025, Polres Padangsidimpuan Tes Urine Supir Angkutan Umum

Kepala Desa Panobasan Lombang Nungan Nauli Harahap, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bupati Tapsel beserta rombongan yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk datang langsung ke desa mereka, meskipun harus melewati medan yang sangat sulit.

” Perjalanan yang berat tidak menghalangi Bupati Tapsel untuk bertemu warga kami. Ini menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah kepada masyarakat desa terpencil, ” kata Kepala Desa. (Wan)

Warta Terbaru

Bupati Labusel Lepas Funy Run BKPRMI, Lanjutkan Olahraga Bersama Masyarakat

Wartalive co.id, LABUHANBATU SELATAN --- Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel), Fery Sahputra Simatupang, melepas peserta Funy Run yang diselenggarakan oleh...

Artikel Menarik Lainnya