Sunday, October 11, 2026

Panen Raya Jagung, Bupati Tekankan Kepastian Pasar

Baca Juga

Wartalive.co.id – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu menegaskan tidak boleh lagi ada lahan pertanian yang dibiarkan menganggur. Pemerintah Kabupaten Tapsel telah menyiapkan dukungan permodalan bagi petani melalui Bank Sumut dengan skema bunga nol persen pada tahun pertama.

Penegasan tersebut disampaikan Gus Irawan saat menghadiri Panen Raya Jagung di Desa Damparan Haunatas, Kecamatan Saipar Dolok Hole (SDH), Kabupaten Tapsel, Sabtu (8/8/2026).

- Advertisement -

Panen raya tersebut dihadiri Plt. Kepala Dinas Pertanian Tapsel Taufik Batubara, perwakilan Bank Sumut Sipagimbar, penyuluh pertanian, kepala desa dan perangkat desa, tokoh masyarakat, serta masyarakat Desa Damparan Haunatas.

Menurut Gus Irawan, pengembangan komoditas jagung menjadi salah satu langkah strategis Pemkab Tapsel dalam mengoptimalkan lahan pertanian sekaligus mendorong pemulihan ekonomi masyarakat pasca bencana banjir dan longsor yang terjadi pada 25 November 2025.

Baca Juga : Kapolres-HMI Padangsidimpuan Bersinergi Tangkal Narkoba dan Hoaks

Bencana tersebut berdampak terhadap sektor pertanian, dengan lebih dari 3.000 hektare lahan persawahan mengalami gagal panen.

“ Tidak boleh ada lagi alasan lahan menganggur. Kalau ada tanah yang tidak ditanami, mari kita produktifkan. Pemerintah sudah menyiapkan modalnya, ” tegas Gus Irawan.

Ia mengatakan, Pemkab Tapsel terus mendorong Gerakan Sepuluh Ribu Hektare Jagung sebagai upaya mengoptimalkan potensi lahan yang tersedia.

Desa Damparan Haunatas, kata dia, memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi salah satu sentra jagung karena masih terdapat puluhan hektare lahan yang dapat dimanfaatkan.

Untuk mempercepat perluasan areal tanam, pemerintah daerah juga mendorong mekanisasi pertanian dengan menyediakan dukungan alat berat, mesin rotary hingga mesin pemipil jagung.

Namun, Gus Irawan mengingatkan pembukaan dan pemanfaatan lahan harus tetap memperhatikan status serta ketentuan kawasan.

Lahan yang digunakan harus dipastikan berada di area penggunaan lain (APL) dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Selain lahan, persoalan permodalan juga menjadi perhatian Pemkab Tapsel. Gus Irawan menegaskan modal tidak boleh lagi menjadi alasan bagi petani maupun pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya.

Melalui dukungan pembiayaan pasca bencana, Bank Sumut menyiapkan kredit dengan bunga 0 persen pada 2026, kemudian bunga 3 persen pada tahun berikutnya sesuai program yang berlaku.

“ Modalnya harus disiapkan, cara berproduksinya harus diajarkan dan hasil produksinya harus ada jaminan pasarnya. Baru program itu bisa berjalan dan berhasil, ” ujarnya.

Pemkab Tapsel, lanjutnya, juga akan memberikan pendampingan kepada petani melalui tenaga penyuluh pertanian.

” Pemerintah juga mendorong kepastian pasar hasil produksi melalui offtaker yang bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), ” terangnya.

Sementara itu, pemilik lahan, Binsar Marpaung, menyampaikan pengembangan tanaman jagung di Dusun Damparan telah dilakukan selama sekitar enam tahun.

Dari total sekitar 50 hektare lahan yang tersedia, saat ini 20 hektare di antaranya telah ditanami jagung.

Binsar berharap dukungan pemerintah, khususnya dalam modernisasi alat pertanian, dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya produksi petani.

Tokoh masyarakat Damparan, Pdt. J. Marpaung, mengatakan Desa Damparan memiliki sekitar 120 kepala keluarga.

Lihat Juga : Diduga Terobsesi Film Porno, Tersangka Nekad Lecehkan dan Bunuh Anak Bawah Umur

Produktivitas jagung di wilayah tersebut dapat mencapai 5 hingga 6 ton per hektare, dengan kebutuhan modal sekitar Rp9 juta hingga Rp13 juta per hektare.

Bupati Gus Irawan menegaskan, pemerintah daerah tidak hanya akan fokus pada peningkatan luas tanam, tetapi membangun ekosistem pertanian secara menyeluruh.

Ekosistem tersebut mencakup ketersediaan lahan, modal, bibit, pupuk, pendampingan, mekanisasi hingga kepastian pasar bagi hasil produksi petani.

“ Harapan saya, masyarakat Damparan semakin semangat mengelola jagung. Pemerintah akan membantu memastikan hasil produksi petani binaan dapat ditampung dengan harga yang baik. Bukan untuk mencari keuntungan pemerintah, tetapi bagaimana petani kita bisa sejahtera, ” pungkasnya.(Wan)

Warta Terbaru

LPON Adukan Plt Ketua PSSI Sumut Arya Sinulingga ke PSSI Pusat

Wartalive.co.id, MEDAN - Lembaga Pemerhati Olahraga Nasional (LPON) menyampaikan laporan dan pengaduan resmi kepada Pengurus PSSI Pusat terkait pelaksanaan...

Artikel Menarik Lainnya