Wartalive.co.id – Kondisi arus lalu lintas di ruas jalan dari arah Simpang Pos menuju Simpang Selayang, Medan, terpantau terganggu pada Kamis (29/01) pagi. Hal ini dipicu oleh penyempitan jalur akibat parkir kendaraan roda empat yang memakan hampir setengah badan jalan, tepatnya di area sebelum Pasar Inpres Simpang Pos.
Pemandangan ini cukup mencolok karena kendaraan tidak diparkir sejajar dengan bahu jalan, melainkan disusun secara menyerong hingga menjorok ke tengah. Praktik ini diduga sengaja dilakukan oleh oknum juru parkir di lokasi tersebut agar dapat menampung lebih banyak kendaraan dalam satu deret, tanpa memikirkan ruang bagi pengguna jalan lainnya.
Meskipun pantauan di lokasi menunjukkan tidak terjadi kemacetan panjang yang mengunci arus, namun penyempitan jalan ini memaksa pengendara untuk memperlambat laju kendaraan secara mendadak. Hal ini menimbulkan penumpukan arus sesaat dan meningkatkan risiko gesekan antar kendaraan yang harus berebut ruang di sisa badan jalan yang sempit.
Baca Juga : Kapolres Sleman Ditegur Keras DPR, Korban Jambret Jadi Tersangka
Sejumlah pengendara yang melintas mengungkapkan kekesalannya karena kenyamanan mereka terenggut oleh ego pengelola parkir. Pada jam sibuk pagi hari, di mana mobilitas warga sedang tinggi-tingginya, keberadaan parkir yang “memakan” jalan ini dianggap sangat mengganggu estetika dan ketertiban berlalu lintas di kawasan komersial tersebut.
Mangapul, salah seorang warga sekitar yang setiap hari melintasi jalur tersebut, menyatakan keheranannya atas tindakan juru parkir yang semakin tidak terkendali. Menurutnya, pembiaran ini membuat para oknum merasa sah-sah saja menggunakan jalan raya sebagai lahan bisnis pribadi tanpa mengindahkan hak publik.
“Makin hari makin berani saja juru parkir ini ya, sampai setengah jalan dimakannya. Kalau sudah sampai setengah jalan begini tidak boleh, mengganggu orang lain yang lewat,” ujar Mangapul saat ditemui di lokasi pada Kamis (29/01) pagi dengan nada kecewa.
Ia menambahkan bahwa situasi ini terasa sangat kontras karena terjadi di waktu produktif warga. “Apalagi pagi begini kan, lagi ramai-ramainya orang berangkat kerja dan ke pasar. Harusnya jalanan lancar, bukan malah dihambat oleh parkiran yang disusun miring-miring sampai ke tengah begitu,” lanjutnya lagi.
Warga berharap pihak Dinas Perhubungan maupun kepolisian setempat segera turun tangan untuk menertibkan area parkir di sebelum Pasar Inpres tersebut. Penataan ulang atau sanksi tegas bagi juru parkir nakal dinilai perlu dilakukan agar badan jalan kembali pada fungsinya dan tidak menjadi preseden buruk bagi kawasan lain di Kota Medan. (Febrian)

