Wartalive.co.id – Kawasan Jalan Jamin Ginting, Medan, yang dikenal sebagai salah satu urat nadi aktivitas ekonomi di Kota Medan, kini tengah menghadapi keluhan serius terkait menjamurnya parkir liar di area ritel modern, khususnya Indomaret.
Kehadiran juru parkir tanpa seragam resmi di area yang seharusnya gratis tersebut mulai menimbulkan keresahan bagi masyarakat. Banyak warga yang merasa keberatan karena harus membayar biaya parkir tambahan untuk kunjungan singkat yang hanya memakan waktu beberapa menit, Senin (05/01/2026).
Dari sudut pandang konsumen, keberadaan juru parkir liar ini menjadi faktor utama yang membuat mereka enggan untuk singgah. Seorang pelanggan, Rina, mengungkapkan bahwa dirinya sering kali membatalkan niat untuk membeli kebutuhan mendesak jika melihat ada oknum yang berjaga di depan gerai.
Baca Juga : Menteri PPPA Tinjau Kondisi Perempuan dan Anak Korban Bencana Tapsel
“Kadang kita cuma mau ambil uang di ATM atau beli air mineral sebotol, tapi biaya parkirnya hampir setengah dari harga belanjaan. Bukannya pelit, tapi kenyamanannya jadi hilang,” keluh Rina.
Lebih lanjut, konsumen merasa terintimidasi dengan sikap beberapa oknum juru parkir yang kerap muncul tiba-tiba saat kendaraan hendak keluar, namun tidak membantu saat kendaraan masuk atau saat kondisi jalan sedang padat. Hal ini menciptakan stigma negatif bahwa berbelanja di minimarket pinggir jalan Jamin Ginting menjadi tidak praktis lagi. Bagi pengendara motor, pungutan sebesar Rp2.000 hingga Rp3.000 setiap kali berhenti dirasa sangat memberatkan jika dilakukan berulang kali dalam sehari.
Di sisi lain, para pegawai Indomaret di jalur Jamin Ginting merasakan dampak langsung dari penurunan jumlah pengunjung ini. Menurut penuturan salah satu pramuniaga yang tidak ingin disebutkan namanya, penurunan pelanggan sangat terasa terutama pada jam-jam sibuk sore hari. “Banyak pembeli yang sudah parkir, lalu melihat tukang parkir mendekat, mereka langsung tancap gas lagi tidak jadi belanja. Kami sedih dan sedikit emosi juga karena target penjualan toko jadi sulit tercapai,” ungkapnya.
Lihat Juga : Banjir Putus Akses Jalan, Brimob Poldasu Evakuasi 45 Warga di Tapteng
Pegawai juga sering kali menjadi sasaran komplain dari pelanggan yang marah terkait pungutan parkir tersebut. Meskipun di depan kaca toko sudah tertempel stiker “Parkir Gratis”, para pegawai mengaku tidak berdaya untuk menertibkan oknum-oknum di luar area toko tersebut. Ada rasa sungkan dan khawatir akan keselamatan jika mereka mencoba menegur langsung, mengingat para juru parkir tersebut biasanya merupakan warga lokal atau kelompok tertentu yang sudah lama berada di sana.
Kondisi ini menciptakan dilema bagi manajemen toko. Di satu sisi, mereka ingin memberikan pelayanan terbaik dan rasa aman bagi konsumen, namun di sisi lain, konflik dengan oknum parkir liar adalah risiko yang dihindari. Para pegawai berharap ada tindakan tegas dari Dinas Perhubungan atau pihak kepolisian setempat untuk melakukan penertiban secara rutin di sepanjang Jalan Jamin Ginting agar iklim usaha kembali kondusif.(Febrian)

