Monday, October 12, 2026

Parkir Liar Tutupi Trotoar dan Guiding Block di Jalan Setia Budi

Baca Juga

Wartalive.co.id – Fasilitas publik yang seharusnya diperuntukkan bagi pejalan kaki di sepanjang Jalan Setia Budi, Medan, kini beralih fungsi menjadi lahan parkir sepeda motor. Pantauan di lokasi pada Sabtu (31/01), puluhan kendaraan roda dua tampak berjejer dan memakan hampir seluruh lebar trotoar, sehingga memaksa masyarakat untuk turun ke bahu jalan yang padat kendaraan.

Kondisi ini semakin memprihatinkan karena deretan motor tersebut terparkir tepat di atas guiding block atau jalur pemandu kuning yang diperuntukkan bagi penyandang disabilitas tunanetra. Jalur yang seharusnya steril dari hambatan tersebut kini tertutup total oleh ban-ban kendaraan, membuat fungsi aksesibilitas bagi warga berkebutuhan khusus menjadi sama sekali tidak berguna.

- Advertisement -

Ketidakteraturan ini menciptakan pemandangan semrawut di salah satu koridor tersibuk di Kota Medan tersebut. Para pemilik kendaraan tampak memarkirkan motor mereka sesuka hati demi mendapatkan akses instan ke gerai-gerai makanan atau toko di sekitar lokasi, tanpa memedulikan keselamatan dan kenyamanan warga lain yang melintas dengan berjalan kaki.

Baca Juga : Kapolda DIY Nonaktifkan Kapolresta Sleman Usai Temuan Audit

Salah seorang pejalan kaki, Tasya, yang kerap melintasi kawasan tersebut untuk membeli makanan, mengungkapkan rasa frustrasinya terhadap kondisi ini. Menurutnya, gangguan ini sudah menjadi pemandangan sehari-hari yang sangat menghambat mobilitasnya sebagai warga yang mengandalkan jalur trotoar.

“Kesel sih sebetulnya melihat motor-motor ini parkir sampai menutup trotoar untuk pejalan kaki. Kami yang sering jalan ya harus nyelip-nyelip lah di samping motornya,” ujar Tasya saat ditemui di lokasi. Ia menambahkan bahwa tumpukan motor tersebut membuat ruang geraknya menjadi sangat terbatas.

Tasya juga mengakui adanya rasa segan untuk menegur langsung para pemilik kendaraan atau juru parkir di area tersebut. “Mau kita peringati nanti takutnya ribut, males ribut, jadi yaudalah, selagi kita masih bisa jalan walaupun terganggu,” lanjutnya dengan nada pasrah, menggambarkan dilema yang dihadapi banyak pejalan kaki lainnya.

Lihat Juga : Cari Ikan di Sungai, Pelajar di Tapsel Meninggal Tersengat Listrik

Fenomena parkir liar di atas trotoar ini seolah menjadi pembiaran yang berlarut-larut. Tidak adanya pengawasan ketat dari pihak terkait membuat oknum juru parkir merasa leluasa memanfaatkan fasilitas publik sebagai lahan bisnis pribadi, meskipun jelas-jelas melanggar Peraturan Daerah mengenai fungsi jalan dan trotoar.

Warga berharap Pemerintah Kota Medan dan dinas terkait segera mengambil tindakan tegas berupa penertiban agar motor tidak bisa masuk ke area trotoar. Pemulihan fungsi trotoar, terutama jalur guiding block, sangat mendesak dilakukan demi mewujudkan Medan sebagai kota yang inklusif dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.(Febrian)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya