Wartalive.co.id – Satuan Reserse Kriminal Polres Padangsidimpuan berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan (Curat) buah kelapa sawit milik PTPN IV Regional I di Perkebunan Pijorkoling, Kelurahan Pijorkoling, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan, Sabtu (19/7/2025).
Kasus ini terungkap setelah adanya laporan dari pihak perusahaan melalui Laporan Polisi Nomor: LP / B / 318 / VII / 2025 / SPKT / Polres Padangsidimpuan / Polda Sumatera Utara atas nama pelapor Sukijo, seorang karyawan PTPN IV Regional I di Perkebunan Pijorkoling.
Pelaku yang berhasil diamankan adalah SM (35), warga Dusun II Desa Labuhan Rasoki, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan. Dari tangan pelaku, petugas berhasil menyita 11 tandan buah sawit seberat sekitar 308 kilogram, dengan estimasi kerugian sebesar Rp924.000.
Baca Juga : Motif Rebutan Lapak, Pengamen Ditusuk oleh Sesama Rival
Selain itu juga, petugas turut mengamankan satu unit mobil Daihatsu warna putih dengan nomor polisi BB 1162 NC yang digunakan untuk mengangkut hasil curian.
Kapolres Padangsidimpuan AKBP. Wira Prayatna melalui Kasi Humas AKP. K Sinaga, Senin (21/7/2025) menjelaskan, aksi pencurian diketahui oleh petugas keamanan perkebunan saat patroli rutin di sekitar Blok BB-17 TM kelapa sawit tahun tanam 2004.
Saat patroli, petugas melihat dua orang laki-laki mencurigakan sedang memanen sawit tanpa izin, lalu langsung mengamankan keduanya beserta barang bukti, namun saat dilakukan pemeriksaan SM dinyatakan bersalah dan diserahkan ke Polres Padangsidimpuan.
Lihat Juga : Kompetisi Kopi Internasional Ramaikan KKSU 2025 di Medan
Ia menambahkan, proses penyelidikan telah dilakukan, mulai dari pemeriksaan saksi-saksi, terlapor, penyitaan barang bukti, serta gelar perkara. Saat ini, kami tengah melengkapi administrasi penyidikan (mindik) dan berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk proses hukum selanjutnya
” Kasus ini menunjukkan komitmen Polres Padangsidimpuan dalam menindak tegas kejahatan yang merugikan perusahaan dan mengganggu stabilitas keamanan lingkungan, khususnya di wilayah perkebunan, ” ungkapnya. (Lds)

