Wartalive.co.id – Wakil Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Ja’far Syahbudin Ritonga, mengajak Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Tapsel untuk bersinergi membangun kehidupan masyarakat yang religius dan berkemajuan.
Ajakan itu disampaikannya saat menghadiri Pelantikan Pimpinan Daerah (PD) DMI Tapsel masa khidmat 2024 – 2029 di Gedung Serbaguna SARASI Pemkab Tapsel, di Sipirok, Rabu (12/11/2025).
Adapun pengurus PD DMI Tapsel periode 2024-20229 yang dilantik oleh Ketua Pimpinan Wilayah (PW) DMI Sumatera Utara (Sumut) Irhamuddin Siregar yakni, H. Akhirul Pane, MA (Ketua), Indra Muda Rambe (Sekretaris), H. Ibrahim Saragih (Bendahara) serta dilengkapi para wakil dan Departemen.
Baca Juga : Belasan Pengunjung KTV di Medan Positif Narkoba
Dalam sambutannya, Ja’far menyampaikan salam dan pesan Bupati Tapsel, H. Gus Irawan Pasaribu, agar kepengurusan baru DMI menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan visi Sinergi Tapsel Bangkit melalui penguatan peran masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan dan pemberdayaan ekonomi umat.
Jafar berharap, kepengurusan baru DMI dapat terus bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius dan berkemajuan.
“ Atas nama Pemkab Tapsel, kami ucapkan selamat kepada pengurus baru DMI Tapsel, semoga dapat menjadi mitra strategis dalam mewujudkan visi pemerintahan pasangan Bagusi, yaitu Sinergi Tapsel Bangkit, ” ujar Wabup.
Ja’far menjelaskan, Pemkab Tapsel terus berupaya menjaga program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di tengah kondisi keuangan yang sangat terbatas, karena pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat Rp.113 miliar ditahun 2025 ini dan Rp.255 miliar pada tahun 2026.
Pemerintah, katanya, sedang mencari cara-cara kreatif untuk menambah pendapatan daerah tanpa membebani masyarakat dan mengajak DMI untuk ikut berperan dalam mendukung program prioritas “1000 Kolam” yang digagas Bupati Gus Irawan Pasaribu.
“ Kami berharap DMI bisa mengambil bagian dalam program ini. Di belakang masjid-masjid kita bisa bangun kolam budidaya ikan, agar masjid bukan hanya tempat ibadah, tapi juga menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat, ” ungkapnya.
Ja’far juga menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang rencananya akan diperkuat dengan koperasi induk di tingkat Kabupaten.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, DMI dan masyarakat akan mempercepat terbentuknya ekosistem ekonomi umat yang berkeadilan.
“ Di Tapsel ada hampir 500 masjid. Ini potensi besar untuk membangun perubahan peradaban. Kami ingin Tapsel bangkit dan DMI bisa menjadi bagian penting dari gerakan itu, ” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Wabup juga mengajak DMI untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan peringatan Hari Jadi Kabupaten Tapsel ke 75, yang akan diisi dengan tablig akbar dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya.
Sementara itu, Ketua PW DMI Sumut, Irhamuddin Siregar, dalam sambutannya mengingatkan pentingnya peran DMI dalam menjaga keamanan, kenyamanan.dan keharmonisan masjid, terutama setelah beberapa peristiwa yang mengundang keprihatinan di Sumut.
Ia juga menekankan pentingnya pembinaan generasi muda agar kembali akrab dengan masjid di tengah arus deras media sosial.
“ Masjid harus menjadi tempat yang humanis. DMI perlu memberikan pencerahan bagi jamaah, musafir dan pengurus BKM agar masjid benar-benar menjadi pusat ibadah dan pencerahan umat, ” katanya.
Tokoh masyarakat Sumut, H. Syahrul Pasaribu yang juga Bupati Tapsel periode 2010 – 2015 dan 2016 – 2021 yang turut hadir dan memberikan kata sambutan menyampaikan kesyukurannya atas kiprah DMI Tapsel yang dibentuk tahun 2019 berjalan cukup baik.
Dia mengatakan, kemajuan daerah tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kekuatan pembangunan spiritual dan sosial masyarakatnya.
“ Daerah akan maju jika pembangunan infrastruktur dan suprastruktur pemerintah dan stakeholders lainnya berjalan seirama. DMI memiliki peran strategis untuk menjadikan masjid sebagai pusat ibadah sekaligus pusat pengembangan masyarakat dan pengikat persatuan umat, ” ujarnya.
Syahrul juga menyinggung kondisi fiskal daerah Tapsel yang sangat sempit dan menantang yang diprekdisinya APBD Tapsel tahun 2026 sangat mungkin hampir sama dengan APBD Tapsel tahun 2017 sebesar Rp.1,2 trilyun lebih.
Padahal katanya, di tahun 2017 belanja pegawai hanya 450 miliar lebih sedangkan tahun 2026 sudah hampir 700 miliar disebabkan banyaknya pertambahan ASN PPPK yang tidak diimbangi dengan pertambahan pendapatan daerah.
Lihat Juga : Malaysia Jadikan Sumut Contoh Budidaya Ikan Nila
” Untuk menjalankan APBD yang minim itu, pimpinan daerah harus bekerja keras dan bekerja cerdas sambil berupaya mendaratkan program pemerintah atasan di Tapsel termasuk mensukseskan program MBG, Sekolah Rakyat dan Kopdes Merah Putih, sehingga pertumbuhan ekonomi tetap dapat tumbuh ditengah-tengah masyarakat, ” katanya
Dia juga menyampaikan rasa syukur dan berterimakasih atas upaya Bupati Tapsel dalam percepatan pembangunan proyek strategis PLTA Simarboru kapasitas 501 MW yang akhir tahun ini mulai beroperasi dan tahun 2027 diharapkan akan dapat meningkatkan pendapatan daerah melalui bagi hasil Pajak Air Permukaan (PAP).
” Saya berharap dengan dilantiknya pengurus PD DMI Tapsel ini, menjadi momentum untuk memperkuat peran masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan dan pemberdayaan ekonomi umat, ” ungkap Syahrul.(Wan)

