Tuesday, October 13, 2026

Pemkab Deli Serdang Junjung Keadilan dan Kesetaraan Bagi Seluruh Umat Beragam

Baca Juga

Wartalive.co.id – Pemerintah Kabupaten Deli Serdang senantiasa mengedepankan prinsip keadilan dan kesetaraan bagi seluruh pemeluk agama. Setiap individu, tanpa terkecuali, berhak untuk menjalankan keyakinan mereka dan merayakan hari-hari besar keagamaan dengan penuh kebebasan.

Hari Raya Waisak menjadi sebuah peristiwa yang sakral dan bermakna bagi umat Buddha di seluruh dunia, termasuk di wilayah Kabupaten Deli Serdang.

- Advertisement -

“Tidak ada perbedaan perlakuan, semua dihormati dan semua dilindungi. Inilah wujud nyata semangat Pancasila yang terus kami jaga dan hidupkan bersama. Itulah pula semangat yang kami bawa dalam setiap langkah pembangunan daerah dalam mewujudkan Deli Serdang yang sehat, cerdas, sejahtera, religius, dan berkelanjutan,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Deli Serdang, H Timur Tumanggor SSos MAP mewakili Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, pada Perayaan Waisak 2569 BE/2025 M Bersama se-Kabupaten Deli Serdang  di Grha Bhineka Perkasa Jaya, Minggu (8/6/2025).

Baca Juga : Jemaah Haji Kloter Pertama Debarkasi Medan akan Tiba Pada 12 Juni

Namun, pencapaian visi tersebut tidak dapat dilakukan semata-mata oleh pemerintah. Diperlukan kolaborasi dan partisipasi aktif dari seluruh komponen masyarakat, termasuk komunitas Buddha, untuk secara kolektif membangun Deli Serdang yang bersifat inklusif, harmonis, dan kompetitif.

“Nilai-nilai kemanusiaan, cinta kasih, dan semangat gotong royong yang telah diajarkan merupakan bekal berharga dalam menciptakan pembangunan yang adil dan bermartabat,” harap Sekda.

Sekretaris Daerah mengharapkan agar peringatan Waisak tidak sekadar dijadikan sebagai ritual keagamaan, melainkan juga sebagai momen untuk merenungkan kembali nilai-nilai mulia yang berkaitan dengan cinta kasih, kasih sayang, kebijaksanaan, dan kedamaian batin. Nilai-nilai ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam membentuk individu yang baik dan bermanfaat bagi orang lain.

“Dalam suasana penuh kedamaian ini, mari perkuat niat dan tekad untuk menjadi pribadi yang semakin bijaksana, rendah hati, dan welas asih, baik dalam kehidupan keluarga, bermasyarakat, maupun dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing,” harap Sekda.

Waisak juga merupakan momen yang signifikan untuk melakukan refleksi dan introspeksi, dengan tujuan meninjau kembali perjalanan hidup yang telah dilalui serta memperbaiki pikiran, ucapan, dan tindakan agar senantiasa sejalan dengan prinsip kebenaran.

Lebih jauh lagi, perayaan Waisak mengingatkan kita akan pentingnya menjaga keselarasan dan keharmonisan dalam kehidupan bersama di tengah-tengah keragaman yang ada.

Masyarakat diharapkan untuk terus mengedepankan sikap saling menghormati, saling membantu, dan hidup berdampingan secara damai, tanpa memandang perbedaan dalam hal agama, suku, maupun budaya.

“Inilah nilai-nilai universal yang menjadi kekuatan bangsa kita, sekaligus menjadi bekal penting dalam memperkuat persatuan, menciptakan kehidupan sosial yang harmonis, serta membangun masa depan Kabupaten Deli Serdang yang religius dan rukun dalam kebhinekaan,” jelas Sekda.

Waisak juga merupakan saat yang tepat untuk melakukan refleksi dan introspeksi diri, meninjau kembali perjalanan hidup yang telah dilalui, memperbaiki pikiran, ucapan, dan perbuatan agar senantiasa selaras dengan jalan kebenaran. 

Lebih dari itu, perayaan Waisak juga mengingatkan tentang pentingnya menjaga keselarasan dan keharmonisan hidup bersama di tengah keberagaman. 

Masyarakat diajak untuk terus mengedepankan sikap saling menghormati, saling membantu, dan hidup berdampingan secara damai, tanpa memandang perbedaan agama, suku, maupun budaya.

“Semoga perayaan Waisak tahun ini membawa berkah dan kebahagiaan bagi kita semua,” tutup Sekda.

Anggota DPRD Deli Serdang, H Rakhmadsyah SH, sebelumnya mengajak seluruh masyarakat, terutama umat Buddha, untuk berperan aktif dalam memelihara kerukunan, menumbuhkan semangat gotong royong, serta mewujudkan kehidupan yang adil, damai, dan sejahtera.

“Kami di DPRD Deli Serdang juga berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan yang mempererat persaudaraan antarumat beragama, termasuk acara Waisak bersama ini yang telah menjadi simbol persatuan dan kebersamaan,” ucapnya. 

H. Rahmadsyah menekankan bahwa Deli Serdang dibangun atas dasar persatuan dan keberagaman. Semboyan Bhineka Perkasa Jaya akan senantiasa berkumandang dalam hati setiap individu, termasuk aparatur pemerintah, pejabat, tokoh masyarakat, serta seluruh warga Deli Serdang.

“Mari kita rawat, kita jaga dan wujudkan kehidupan yang harmoni dan damai di Kabupaten Deli Serdang,” ajaknya.

Yenni SPd, selaku Ketua Komunitas Sekolah Minggu Buddha Deli Serdang dan juga ketua panitia, menyampaikan bahwa perayaan Waisak tersebut dihadiri oleh sekitar 1.000 orang dan dilengkapi dengan berbagai kegiatan.

Lihat Juga : Jurnalis Australia Ditembak saat Meliput Kerusuhan di LA

“Kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Bupati Deli Serdang (dr H Asri Ludin Tambunan) dan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang yang telah membantu dan mensupport perayaan Waisak ini,” tuturnya.

Hadir pula di perayaan itu, anggota DPRD Sumatera Utara, Hasyim SE, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Deli Serdang; Kepala Kantor (Kakan) Kementerian Agama (Kemenag) Deli Serdang, Dr H Saripuddin Daulay SAg MPd; Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), H Waluyo; yang Mulia, Bhikkhu Dharma Virya Mahasatvira; tokoh Tamil Deli Serdang, Rames Kumar SAg MPd; Ketua Yayasan Lokapala Dharma/Vihara Buddha Loka Greenhill Sibolangit, Edi Darwin; Ketua Majelis Agama Buddha Mahayana Tanah Suci Kabupaten Deli Serdang, Judhi (Asen) dan lainnya.

Sumber : Kominfo Deli Serdang

Warta Terbaru

Bupati Labusel Lepas Funy Run BKPRMI, Lanjutkan Olahraga Bersama Masyarakat

Wartalive co.id, LABUHANBATU SELATAN --- Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel), Fery Sahputra Simatupang, melepas peserta Funy Run yang diselenggarakan oleh...

Artikel Menarik Lainnya