wartalive.co.id – Dalam rangka mendukung Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri P3DN, KADIN Indonesia Bidang PUPR dan Infrastruktur, menginisiasi Webinar dengan tema “Peningkatan TKDN dalam Mendukung Daya Saing dan Produktivitas Nasional”. Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN, merupakan besarnya komponen dalam negeri pada barang, jasa dan gabungan barang dan jasa, sesuai dengan Instruksi Presiden No 2 Tahun 2022.
Seminar dihadiri perwakilan dari Kementerian Perindustrian RI, KADIN Indonesia dan KADIN Daerah, serta PT Tamura Air Conditioning Indonesia. Kepala Pusat Penggunaan Produk dalam Negeri Kementerian Perindustrian, Nila Kumalasari memaparkan potensi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mencapai lebih dari 1000 Trilyun Rupiah. Hal ini dimungkinkan dengan pembatasan impor sebesar 10% pada tahun 2022, dan 5% untuk pembelian tahun 2023.
WKU Koordinator Bidang Maritim, Investasi dan Luar Negeri Shinta W Kamdani, menggarisbawahi TKDN tidak boleh dijadikan alat politik ekonomi populis atau alat untuk proteksionisme ekonomi. Melainkan sebagai instrument kunci untuk peningkatan efisiensi dan daya saing supply chain industry manufaktur melalui pemberdayaan, reformasi dan insentif.
Webinar diakhiri dengan diskusi panel, yang dimoderatori oleh Ketua Komite Tetap Bidang Pembinaan dan Pengembangan Konstruksi Desiderius Viby Indrayana. Adapun para panelis adalah Nila Kumalasari, Achmad Widjadja, Ketua Komtap Koordinasi Asosiasi-Asosiasi Industri Pertambangan, Energi dan Pengolahan Kimia,dan Iman Hartaman Production Director PT Tamura Air Conditioning Indonesia. (IG)

