Wartalive.co.id – Longsor yang terjadi di ruas jalan penghubung Desa Siamporik Dolok–Desa Sihobur menghambat proses perbaikan jalan dan berdampak pada jaringan pipa PDAM Tirtanadi, sehingga pipa air terpaksa dipindahkan sementara , Minggu(14/12/2025)
Perbaikan jalan penghubung antara Desa Siamporik Dolok dan Desa Sihobur mengalami kendala serius akibat terjadinya longsor di sejumlah titik. Material longsor menutup sebagian badan jalan sehingga menyulitkan proses pembentukan kembali akses transportasi di wilayah tersebut. Kondisi ini juga berdampak langsung terhadap jaringan perpipaan air bersih milik PDAM Tirtanadi yang berada di sekitar lokasi pekerjaan.
Ketua PDAM Tirtanadi, Tamba Tua Rambe, menyampaikan bahwa untuk mendukung kelancaran proses perbaikan jalan, pihaknya terpaksa mengambil langkah teknis dengan memindahkan sementara pipa air berdiameter 250 milimeter dan 150 milimeter yang melintang di area terdampak longsor. Langkah tersebut dilakukan agar pekerjaan penimbunan tanah longsor dapat berjalan optimal tanpa hambatan.
Baca Juga : TP PKK Madina Santuni 75 Anak Yatim di Aek Galoga
“Untuk perbaikan jalan antara Siamporik Dolok dan Sihobur, kita memang terkendala di pembuatan badan jalan karena material longsor. Oleh sebab itu, pipa kita yang ukuran 250 dan 150 untuk sementara harus kita pinggirkan terlebih dahulu dalam proses penimbunan tanah longsor,” ujar Tamba Tua Rambe dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, pipa berdiameter 250 milimeter bahkan harus dipotong menjadi beberapa bagian agar dapat dipindahkan dari lokasi penimbunan. Hal tersebut dilakukan mengingat posisi pipa berada tepat di jalur yang akan dibentuk kembali menjadi badan jalan.
“Saat ini pipa ukuran 250 kami potong-potong dulu supaya bisa disingkirkan ke arah yang akan ditimbun untuk pembuatan jalan. Proses ini tidak mudah karena ukuran dan bobot pipa cukup besar,” jelasnya.
Dalam proses pemindahan pipa tersebut, PDAM Tirtanadi turut melibatkan alat berat berupa excavator atau beko. Selain itu, pekerjaan di lapangan juga melibatkan pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) yang menurunkan mandor untuk mengawasi sekaligus berkoordinasi dalam pengerjaan infrastruktur jalan.
“Kami minta tolong dengan alat berat, sendok beko, supaya pipa bisa diangkat. Di lokasi juga ada mandor dari PU. Jadi di sini semua pihak sama-sama bekerja keras, saling bercibaku untuk melaksanakan pekerjaan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Tamba Tua Rambe menegaskan bahwa pekerjaan yang dilakukan saat ini tidak hanya fokus pada pemindahan pipa, tetapi juga mencakup pembentukan kembali badan jalan serta upaya menjaga agar aliran air tetap dapat berfungsi meski dalam kondisi terbatas.
“Pekerjaan ini dilakukan secara bersamaan, mulai dari pembentukan jalan hingga upaya mengalirkan air. Semua kami lakukan agar akses jalan bisa segera terbuka kembali dan pelayanan air bersih kepada masyarakat tidak terganggu terlalu lama,” katanya.
Lihat Juga : Pemkab dan DPD PKB Pujakesuma Asahan Salurkan Bantuan Darurat untuk Warga Terdampak Bencana
Ia menambahkan, langkah pemindahan pipa bersifat sementara dan akan dikembalikan ke posisi semula atau dipasang kembali setelah kondisi jalan dinyatakan aman dan stabil. PDAM Tirtanadi, lanjutnya, terus berupaya berkoordinasi dengan instansi terkait agar proses pemulihan pascalongsor dapat berjalan secepat mungkin.
“Ini sifatnya sementara dalam pengambilan dan penyaluran air. Setelah pekerjaan jalan selesai dan kondisi memungkinkan, pipa akan kami pasang kembali secara permanen,” tegasnya.
Di akhir laporannya, Tamba Tua Rambe menyampaikan bahwa seluruh kegiatan yang dilakukan di lapangan merupakan bentuk komitmen bersama untuk mempercepat penanganan dampak longsor, baik dari sisi infrastruktur jalan maupun pelayanan air bersih kepada masyarakat.(Sry)

