Wartalive.co.id – Kondisi arus lalu lintas di sekitar Pasar Sei Sikambing, Jalan Gatot Subroto, Medan, kian memprihatinkan dari hari ke hari. Penumpukan kendaraan yang terjadi setiap pagi hingga siang hari mengakibatkan aktivitas masyarakat terganggu secara signifikan. Kemacetan ini dipicu oleh banyaknya pedagang kaki lima yang menjajakan barang dagangannya hingga memakan badan jalan utama, Rabu (14/01/2026).
Para pedagang tampak menggelar lapak mulai dari sayur-mayur, daging hingga kebutuhan pokok lainnya hampir menutupi separuh ruas jalan. Hal ini membuat badan jalan yang seharusnya bisa dilalui oleh dua atau tiga lajur kendaraan, kini hanya menyisakan ruang sempit yang hanya cukup untuk satu mobil secara bergantian. Akibatnya, antrean kendaraan mengular panjang hingga ratusan meter dari arah simpang jalan.
Kondisi ini semakin diperparah dengan banyaknya kendaraan mulai dari becak motor yang parkir sampai motor milik pembeli yang parkir sembarangan di bahu jalan. Ketiadaan lahan parkir yang memadai membuat pengunjung pasar lebih memilih memarkirkan kendaraannya tepat di depan lapak pedagang, sehingga akses bagi pengendara lain yang ingin melintas menjadi sangat terbatas dan memaksa mereka untuk melaju dengan kecepatan sangat rendah.
Baca Juga : Bawa Hasil Curian, Dua Pencuri Rumah di Sei Putih Diciduk Polisi
Sejumlah pengendara yang setiap hari melintasi kawasan tersebut mengeluhkan ketidakteraturan ini. Mereka mengaku harus menghabiskan waktu lebih lama hanya untuk melewati titik kemacetan di depan pasar tersebut. “Harus banyak sabarlah kalau melewati pasar Sei Sekambing ini, banyak orang egois yang makan jalan, ada juga yang sengaja berenti di jalan” ungkap Gunawan salah seorang pengendara motor yang sedang lewat.
Klakson kendaraan yang saling bersahutan menjadi pemandangan biasa setiap pagi, mencerminkan rasa frustrasi para pengguna jalan yang merasa haknya terampas oleh aktivitas pasar yang tidak tertib.

Selain faktor pedagang dan parkir liar, angkutan kota (angkot) yang sering berhenti lama untuk menunggu penumpang di sembarang tempat juga menambah keruwetan. Perpaduan antara lapak pedagang yang menjorok ke jalan dan angkot yang ngetem membuat arus lalu lintas di Jalan Gatot Subroto ini mengalami penyempitan jalur yang sangat krusial.
Masyarakat sekitar dan para pengguna jalan mendesak Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Perhubungan dan Satpol PP untuk segera melakukan penertiban secara rutin. Mereka menilai bahwa pengawasan yang hanya dilakukan sesekali tidak akan memberikan efek jera kepada para pedagang yang membandel. Penataan pasar yang lebih terorganisir sangat dinantikan guna mengembalikan fungsi jalan sebagaimana mestinya.(Febrian)

