wartalive.co.id – Wali Kota Pematang Siantar dr Susanti Dewayani SpA diwakili Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Dra Happy Oikumenis Daely menghadiri Pertemuan Lintas Sektor dan Koordinasi Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Horison Pematang Siantar, Kamis (30/03/2023)
dr Susanti dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Happy Oikumenis mengatakan Demam berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah untuk kebanyakan masyarakat Indonesia. Kekhawatiran akan terjangkitnya penyakit yang berasal dari gigitan nyamuk ini semakin bertambah saat musim penghujan tiba. Deteksi dini dan penanganan yang terlambat mengakibatkan meningkatnya kasus yang berakhir dengan kematian.
DBD, kata dr Susanti dalam sambutan tertulisnya, adalah penyakit demam serius yang ditularkan oleh nyamuk betina Aedes Aegypti yang menyerang sistem peredaran darah manusia. Oleh karena itu, penyakit ini bisa menjadi Iebih serius jika seseorang tidak segera mendapat penanganan yang tepat. Perawatan terlambat hanya akan memperbesar risiko dampak buruk hingga kematian.
“Kota Pematang Siantar merupakan salah satu kota yang merupakan daerah endemis DBD,” sebutnya.
Tahun 2021, terjadi peningkatan kasus sebanyak 104 orang penderita DBD dan kematian akibat DBD sebanyak 7 orang. Sehingga angka kematiannya sebesar 6,73 persen.
“Angka ini sudah tinggi, sebab indikator nasional tidak boleh Iebih dari 1 persen angka kematian DBD,” tukasnya.
Baca Juga : dr Susanti Kunjungi Korban Kebakaran Parluasan di RS
Demikian juga tahun 2022, tercatat 629 penderita penyakit DBD (Incidence Rate/IR 241,06 per 100 penduduk) dan 13 orang yang meninggal (Case Fatality Rate/CFR 2,07 persen). Sedangkan tahun 2023 sejauh ini tercatat 56 orang dan jumlah yang meninggal 2 orang. Sehingga CFR nya 3,57 persen.
Disampaikan juga, salah satu pengendalian penyakit DBD adalah dengan pengendalian vector, dalam hal ini nyamuk Aedes Aegypti melalui peran serta aktif masyarakat. Seperti melakukan upaya promotif dan preventif melalui Gerakan 1 Rumah 1 Juru Pemantau Jentik (Jumantik) atau G1R1J.
G1R1J adalah kegiatan yang melibatkan semua anggota keluarga untuk melakukan pembersihan sarang nyamuk (PSN) di lingkungan rumah, maupun tempat umum untuk mencapai angka bebas jentik lebih dari 95 perse.
Selain rumah, program ini juga menyasar wilayah perkantoran, asrama, tempat ibadah, pelabuhan, sekolah, dan sebagainya.
Secara terstruktur, petugas Jumantik mempunyai tugas rutin yakni: Menyosialisasikan PSN 3M Plus kepada seluruh anggota keluarga/penghuni rumah; Memeriksa/memantau tempat perindukan nyamuk di dalam dan di luar rumah seminggu sekali; Menggerakkan anggota keluarga/penghuni rumah untuk melakukan PSN 3M Plus seminggu sekali; serta Hasil pemantauan jentik dan pelaksanaan PSN 3 M Plus dicatat pada Kartu Jentik.
Selanjutnya, hasil pencatatan diteruskan ke Koordinator Jumantik dan Supervisor Jumantik yang strukturnya ada di kelurahan yang berkoordinasi dengan Puskesmas.
“Semoga dengan rapat koordinasi ini, semua OPD terkait yang diundang dan yang hadir hari ini berperan aktif dalam mensukseskan G1R1J, terkhusus kepada camat dan lurah sebagai penanggung jawab jalan tidaknya program ini,” tukasnya.
Sementara itu, Plt Kadis Kesehatan Pematang Siantar dr Erika Silitonga menjelaskan, tujuan kegiatan tersebut untuk mengaktifkan kembali Kelompok Kerja (Pokja) DBD Kelurahan dan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik. Serta menurunkan angka kesakitan dan angka kematian karena kasus DBD.
Hadir dalam kegiatan tersebut, narasumber Dr Agus Handito SKM MEpid dari Kementerian Kesehatan RI dan Veralina Sembiring SKM MKM dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, para pimpinan OPD terkait, para camat dan lurah se-Kota Pematang Siantar, dan para Kepala Puskesmas se-Kota Pematang Siantar. (RY)

