Wartalive.co.id – Arus lalu lintas di kawasan Jalan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang, kini dikeluhkan warga dan pengguna jalan, Senin (19/01/2026). Pasalnya, intensitas kendaraan bertonase besar yang melintas setiap hari semakin meningkat, memicu polusi debu jalanan yang sangat pekat. Kondisi ini mulai mengancam kesehatan warga dan keberlangsungan usaha mikro di sepanjang jalur tersebut.
Setiap harinya, beragam jenis truk mulai dari pengangkut pasir, tanah timbun, logistik, kargo, hingga truk pengangkut pupuk melintasi area ini tanpa henti. Material yang dibawa, terutama tanah dan pasir yang sering kali tercecer, mengering dan berubah menjadi butiran abu yang beterbangan saat dilindas kendaraan lain. Fenomena “hujan abu” ini menyelimuti udara setiap kali truk-truk besar melaju dengan kecepatan tinggi.
Dampak paling nyata dirasakan oleh para pedagang makanan di pinggir jalan yang sangat bergantung pada kebersihan penyajian. Salah satu yang terdampak serius adalah Bu Sari, seorang penjual Mi Balap di sekitar Jalan Asam Kumbang. Ia mengaku kewalahan menghadapi debu yang seolah tidak ada habisnya menempel di meja dan kursi pelanggan.
Baca Juga : Laga Amal di Batangtoru, Hibur Warga Terdampak Bencana
“Baru saja dilap, lima menit kemudian sudah putih lagi mejanya karena debu. Truk ini lewat terus, bergantian dari pagi sampai sore. Ada yang bawa tanah, ada yang logistik besar. Kalau sudah lewat, habis semua dagangan kami kena abu,” ujar Bu Sari dengan nada kecewa saat ditemui di sela kesibukannya memasak.
Bu Sari menjelaskan bahwa kondisi ini sangat memengaruhi jumlah pembeli yang makan di tempat. Banyak pelanggan setianya kini memilih untuk mencari tempat lain yang lebih bersih atau hanya memesan untuk dibawa pulang. “Orang jadi malas makan di sini kalau setiap suapan mi-nya ada rasa pasir-pasirnya,” tambahnya.
Bukan hanya masalah kebersihan, para pedagang juga mengkhawatirkan dampak kesehatan jangka panjang akibat menghirup udara kotor tersebut. Masker kini menjadi perlengkapan wajib bagi para penjual, namun bagi pelanggan, hal itu tetap tidak memberikan kenyamanan saat menyantap hidangan di pinggir jalan yang berdebu.
Para pelaku usaha di Asam Kumbang berharap adanya tindakan nyata dari pihak terkait, seperti penyiraman jalan secara rutin atau penertiban terhadap truk-truk yang tidak menutup bak muatannya dengan terpal secara rapat. Mereka merasa dianaktirikan karena harus berjuang sendiri melawan polusi yang disebabkan oleh aktivitas transportasi skala besar tersebut.(Febrian)

