Monday, October 12, 2026

Prihatin Kebijakan Kesehatan Nasional, 21 Gubes FK USU Bersuara

Baca Juga

Wartalive.co.id – Sebanyak 21 Guru Besar dari Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU) mengungkapkan keprihatinan yang mendalam mengenai arah kebijakan dan pengelolaan kesehatan nasional dalam sebuah forum akademik yang bertajuk “USU BerSUARA: Luruskan NURANI Bangsa,” yang diselenggarakan di Pendopo FK USU pada hari Selasa, 20 Mei 2025.

Forum ini berfungsi sebagai platform reflektif serta pernyataan moral dari sivitas akademika dalam menghadapi tantangan serius yang mengancam kualitas pendidikan kedokteran dan pelayanan kesehatan di Indonesia.

- Advertisement -

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, Prof. Dr. dr. Aldy Safruddin Rambe, Sp.S(K), menekankan bahwa sikap yang ditunjukkan oleh para Guru Besar tidak hanya merupakan reaksi dari institusi, tetapi juga merupakan wujud tanggung jawab moral para pendidik terhadap kualitas dokter yang akan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga : Pemprov Sumut Dukung Pinsar Indonesia, Dorong Konsumsi Telur di Masyarakat

“Jika kualitas dokter menurun, maka masyarakatlah yang paling terdampak. Kami tidak ingin mencetak lulusan yang tidak kompeten. Ini bukan hanya soal akademik, tapi juga amanah kemanusiaan,” ujar Prof. Aldy.

Pernyataan resmi yang disampaikan oleh para Guru Besar dibacakan oleh Prof. dr. Guslihan Dasatjipta, Sp.A(K), yang berperan sebagai juru bicara Dewan Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU).

Dalam pernyataannya, Prof. Guslihan mengemukakan kritik terhadap beberapa kebijakan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan, yang dianggap mengancam stabilitas serta kemandirian pendidikan kedokteran di Indonesia.

“Selama lebih dari 50 tahun, kami mendidik dokter dengan standar tinggi. Kini, pengajar kami dipindahkan secara sepihak tanpa dialog. Ini bukan hanya merusak ekosistem pendidikan, tapi juga membahayakan keselamatan pasien,” ungkapnya.

Poin-poin penting dalam pernyataan tersebut mencakup penolakan terhadap intervensi birokratis yang dapat mengurangi independensi pendidikan kedokteran, pemutusan hubungan antara tenaga pendidik dan rumah sakit pendidikan, serta pengambilalihan fungsi kolegium dokter spesialis oleh entitas non-akademik.

Para Guru Besar menekankan bahwa pendidikan kedokteran tidak dapat dipisahkan dari praktik klinis yang dilakukan secara langsung di rumah sakit pendidikan, dan selama ini, kolaborasi antara institusi pendidikan dan rumah sakit telah berlangsung dengan harmonis.

Namun, kebijakan terkini justru berpotensi memutus kesinambungan tersebut tanpa pertimbangan akademis yang memadai. “Ada ketimpangan peran yang makin tajam antara Kementerian Kesehatan dan institusi pendidikan tinggi. Prosesnya tidak transparan, dan keputusan diambil tanpa keterlibatan yang seharusnya,” tegas Prof. Guslihan.

Narasi mengenai ‘krisis dokter spesialis’ yang selama ini disampaikan oleh pemerintah telah mendapatkan kritik. Para Guru Besar berpendapat bahwa narasi ini sering kali dimanfaatkan untuk mempercepat produksi tenaga medis tanpa mempertimbangkan aspek-aspek fundamental seperti kompetensi, etika, dan kualitas.

“Pendidikan kedokteran tidak bisa dipadatkan menjadi kebijakan jangka pendek. Ini menyangkut keselamatan manusia, bukan sekadar angka,” imbuh Prof. Aldy.

Universitas Sumatera Utara (USU), melalui para Guru Besarnya, menekankan urgensi adanya dialog yang autentik antara pemangku kebijakan dan komunitas akademik, yang didasarkan pada data ilmiah serta prinsip kolaborasi antar sektor.

Mereka mengharapkan agar Presiden Republik Indonesia dapat menciptakan ruang komunikasi yang sehat, transparan, dan berfokus pada penguatan sistem kesehatan nasional.

Lihat Juga : Aplikator Dianggap Rugikan Ojol, Gubernur Sumut Serap Keluhan GODAMS

Sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan akademik, Fakultas Kedokteran USU berkomitmen untuk tidak hanya berfungsi sebagai menara gading dalam bidang keilmuan, tetapi juga sebagai mercusuar bagi nurani bangsa.

Dalam semangat USU BerSUARA, para Guru Besar menegaskan komitmen mereka untuk senantiasa mempertahankan mutu pendidikan kedokteran, demi keselamatan dan masa depan kesehatan masyarakat.(Islino)

Warta Terbaru

HUT ke-27 Natuna, Bupati Cen Sui Lan Paparkan Capaian Pembangunan dan Anggaran Rp637,5 Miliar

Wartalive.co.id, NATUNA – Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan sejumlah capaian pembangunan dan program prioritas daerah saat upacara peringatan...

Artikel Menarik Lainnya