Wartalive.co.id – Kepolisian Resor (Polres) Tapanuli Selatan menggelar Rilis Akhir Tahun 2025 di Aula Polres Tapanuli Selatan, Selasa, (30/12/2025)
Dalam acara tersebut, Kapolres Tapsel, AKBP Yon Edi Winara, S.H., S.I.K., M.H., mengungkap terkait penanggulangan dan data korban bencana alam yang melanda wilayah hukumnya pada tahun 2025.
Dalam pemaparannya, pihak kepolisian merinci jumlah korban meninggal dunia dan sebaran wilayah yang terdampak signifikan.
Baca Juga : BAZNAS dan OPD Tapsel Perkuat Pemulihan Warga Lewat Bakti Sosial di Desa Siuhom
Berdasarkan data yang disampaikan, jumlah korban jiwa tersebar di beberapa kecamatan dengan rincian sebagai berikut:
​Batang Toru: 49 orang (wilayah dengan korban terbanyak)
​Angkola Sangkunur: 33 orang
​Marancar: 1 orang
​Angkola Barat: 2 orang
​Sipirok: 2 orang
​Angkola Selatan: 2 orang
​Muara Batang Toru & Sayur Matinggi: Nihil
Pihak Polres Tapsel menegaskan bahwa seluruh identitas korban meninggal dunia telah berhasil diungkap dan diverifikasi. Data ini dianggap valid karena didasarkan pada proses identifikasi yang menyeluruh.
Terkait laporan mengenai korban hilang, Kapolres menjelaskan bahwa sebagian besar laporan berasal dari beberapa desa yang terdampak paling parah yakni batang toru, aek ngadol dan hutagodang
Hingga kini, 20 orang masih dinyatakan hilang. Namun, pihak kepolisian bersifat sangat hati-hati dalam merilis data korban hilang untuk menghindari ketidakvalid informasi
Lihat Juga : Bongkar Gudang di Silandit, Residivis Dibekuk Polisi
​”Kami tidak memasukkan laporan orang hilang ke dalam data korban meninggal sebelum ada klarifikasi dan pengecekan lebih lanjut. Bisa saja mereka yang dilaporkan hilang sebenarnya pindah ke tempat lain yang lebih aman saat kejadian,” ujar Kapolres Tapsel
Hingga saat ini, pihak kepolisian terus melakukan pemutakhiran data, termasuk pendataan mengenai jumlah kerusakan infrastruktur dan pemukiman warga yang terdampak bencana tersebut (Asrif)

