Wartalive.co.id – Arus lalu lintas di persimpangan Jalan Gaperta dan Jalan Jasdam, Kota Medan, mengalami kemacetan panjang pada Rabu (25/2) sekitar pukul 17.00 WIB. Kepadatan kendaraan mengular, terutama dari arah Jasdam menuju Simpang Gaperta, bertepatan dengan jam pulang kerja.
Kemacetan dipicu tingginya volume kendaraan dari arah Jasdam yang berupaya melintasi persimpangan secara bersamaan. Puluhan sepeda motor dan mobil memenuhi badan jalan hingga arus lalu lintas terkunci sejak sore. Situasi semakin padat karena tidak terlihat petugas yang mengatur arus kendaraan di jam sibuk tersebut.
Kondisi kian semrawut akibat sejumlah pengemudi mobil yang memaksakan antrean menjadi dua baris dari arah Jasdam. Padahal, lebar jalan hanya cukup untuk satu baris kendaraan agar arus dari arah berlawanan tetap dapat melintas. Akibatnya, jalur dari arah Gaperta menuju Jasdam menyempit signifikan.
Baca Juga : Pemko Medan Turunkan Tarif Parkir Tepi Jalan Umum
Sejumlah kendaraan dari arah berlawanan terpaksa melaju perlahan bahkan menepi hingga ke bibir parit karena ruang jalan terhalang antrean mobil yang tidak tertib.
Feri, pengemudi ojek online yang berada di sekitar lokasi, menilai kemacetan tidak akan separah ini jika pengendara disiplin mengantre satu baris. “Macet ini karena pengemudi mobil memaksa dua baris. Akibatnya, kendaraan dari arah berlawanan terganggu dan jalannya jadi sempit. Seharusnya satu baris saja supaya yang dari depan bisa lewat,” ujarnya.
Ia menambahkan, persimpangan tersebut memang rawan kepadatan karena menjadi titik temu berbagai arus kendaraan. Selain menuju Gaperta dan Jasdam, sebagian pengendara juga hendak berbelok ke arah Tol Helvetia, Manhattan, maupun Jalan Ringroad. Menurutnya, sistem pergerakan kendaraan yang berjalan bersamaan membuat situasi mudah kacau jika ada pengemudi yang tidak tertib. (Febrian)

