Wartalive.co.id – Kondisi arus lalu lintas dari arah Simpang Melati menuju Flamboyan terpantau mengalami kemacetan parah pada hari Selasa (20/01/2026) sore. Penumpukan kendaraan yang memanjang hingga puluhan meter ini mengakibatkan waktu tempuh pengendara menjadi jauh lebih lama dari biasanya. Titik kemacetan paling krusial berada tepat di kawasan pasar dan persimpangan yang menjadi urat nadi aktivitas ekonomi warga sekitar.
Penyebab utama tersendatnya laju kendaraan ini didominasi oleh banyaknya angkutan kota (angkot) yang berhenti lama atau “ngetem” di pinggir jalan. Para sopir angkot tampak sengaja menunggu penumpang tepat di badan jalan, sehingga mempersempit ruang gerak kendaraan lain yang datang dari arah belakang. Meski klakson bersahutan, para pengemudi angkot tersebut seringkali tidak perduli demi mendapatkan muatan penuh.
Kondisi ini diperparah dengan adanya aktivitas bongkar muat barang dari mobil pick up yang dilakukan secara sembarangan. Karena keterbatasan lahan parkir di area ruko, kendaraan pengangkut barang ini terpaksa memakan setengah jalur utama. Akibatnya, arus lalu lintas yang seharusnya terdiri dari dua jalur menyempit menjadi hanya satu jalur, menciptakan antrean panjang.
Baca Juga : Pemprov Sumut Percepat Infrastruktur, Perkuat UHC, dan Digitalisasi Sekolah
Tak hanya itu, parkir liar kendaraan pribadi, baik roda dua maupun roda empat, turut menyumbang kekacauan di sepanjang jalan menuju Flamboyan. Banyak pengendara yang memarkirkan kendaraannya tepat di bahu jalan demi akses cepat ke toko-toko di pinggir jalan.
Kemacetan ini memberikan dampak langsung bagi masyarakat yang sedang beraktivitas, terutama para pembeli di pasar sekitar Simpang Melati. Keluhan demi keluhan terlontar dari warga yang merasa kenyamanan mereka terganggu saat hendak berbelanja kebutuhan sehari-hari. Udara yang panas serta polusi suara dari deru mesin kendaraan membuat suasana belanja menjadi sangat tidak kondusif.
Nurhayati, salah seorang warga yang sedang berbelanja, mengungkapkan kekesalannya terhadap kondisi jalan yang semrawut tersebut. Menurutnya, berbelanja di Simpang Melati kini membutuhkan kesabaran ekstra karena akses jalan yang sulit ditembus. “Mau masuk ke area pasar saja susahnya minta ampun karena tertutup angkot yang berhenti, motor parkir sembarangan, kemudian bisingnya klakson tan-tin tan-tin itu cukup mengganggu” ujarnya dengan nada kecewa.
Lihat Juga : Pengamanan Perbankan dan Jasa Keuangan Diperkuat, Polres Padangsidimpuan Teken MoU
Ia juga menambahkan bahwa kondisi parkir yang tidak beraturan membuatnya merasa tidak aman saat berjalan kaki membawa barang belanjaan. Nurhayati berharap pemerintah kota segera mengambil tindakan tegas terhadap kendaraan yang parkir sembarangan dan melakukan bongkar muat di jam sibuk. Baginya, kemacetan ini bukan hanya masalah waktu, tetapi juga sangat menguras tenaga dan emosi bagi masyarakat.(Febrian)

