Wartalive.co.id – Wakil Wali Kota Padangsidimpuan, H. Harry Pahlevi Harahap, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tahun 2025. Rakor ini digelar di Aula Bappelitbangda pada Kamis (7/8/2025) dengan tema “Salumpat Saindege untuk Kota Padangsidimpuan Bebas Stunting”.
Dalam paparannya, Wakil Wali Kota menekankan bahwa penurunan stunting memerlukan sinergi dan koordinasi lintas sektor yang kuat.
“Komitmen politik saja tidak cukup, kita harus mampu menerjemahkannya menjadi program nyata di lapangan,” tegasnya.
Ia menambahkan, isu stunting bukan hanya sekadar angka, melainkan menyangkut masa depan generasi Padangsidimpuan.
Baca Juga : Polres Simalungun Tangkap Pemilik 11 Gram Sabu di Kebun Sawit
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Kota Padangsidimpuan masih 30,3 persen. Angka ini memang lebih tinggi dari rata-rata provinsi (22 persen) dan nasional (19,8 persen), tetapi tren penurunannya sejak 2018 menunjukkan kemajuan positif.
Meski begitu, Wakil Wali Kota juga menyoroti beberapa tantangan, seperti validitas data yang belum optimal, koordinasi yang kurang, dan perubahan perilaku masyarakat yang masih sulit.
Ia juga mendorong seluruh OPD, camat, lurah, dan kepala desa untuk aktif mengawal program-program pencegahan stunting di wilayah masing-masing.
Lihat Juga : Bupati Menerima Audiensi/Silaturahmi KPUD Asahan
“Keterlibatan semua pihak menjadi kunci. Kita harus bergerak bersama, secara kolaboratif,” ujar H. Harry Pahlevi.
Rakor ini juga menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian dan merumuskan strategi baru yang lebih efektif, terutama dalam menghadapi Bulan Penimbangan Balita (BPB).(Tamrin)

